Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menekan Permainan Tengkulak dengan Badan Usaha Milik Desa dan Minimarket Desa Smart

"Peresmian ini menjadi langkah awal meningkatkan kerja sama dalam usaha ekonomi desa di kawasan pedesaan."

Menekan Permainan Tengkulak dengan Badan Usaha Milik Desa dan Minimarket Desa Smart
ISTIMEWA
Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Johozua M. Yoltuwu (paling kanan) bersama Bupati Karawang dr Celica Nurhadiana (tengah) dan Direktur Bank BNI Adi Sulistyowati mengamati produk kebutuhan sehari-hari yang dipajang di Desa Smart di acara peresmian Badan usaha Milik Desa (Bumdes) dan Desa Smart di Telukjambe Timur, Karawang, Senin (29/8/2016). Desa Smart merupakan salah satu unit usaha Bumdes yang dikelola menggunakan kucuran Dana Desa dari Pemerintah Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa) meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) se-Kabupaten Kerawang sekaligus soft launching jejaring minimarket Desa Smart yang sepenuhnya dikelola pemerintah desa.

Kabupaten Karawang dipilih sebagai proyek percontohan program ini melalui peresmian di BUM Desa Bersama se-kabupaten Karawang dan Launching Desa Smart di Kecamatan Teluk Jambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/8/2016).

"Peresmian ini menjadi langkah awal meningkatkan kerja sama dalam usaha ekonomi desa di kawasan pedesaan," kata Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Johozua M Yoltuwu.

Dia memaparkan, ide dasar Bumdes adalah untuk menekan dominasi tengkulak yang selama ini mengontrol dan mempermainkan harga jual komoditi pertanian dan merugikan masyarakat desa.

Lembaga ini dibentuk oleh pemerintah desa dan kementerian hanya memfasilitasi dan menyiapkan peraturannya.

"Pendirian Bumdes ini untuk mengurangi peran dan dominasi tengkulak, melindungi ekonomi desa terhadap persaingan pemodal besar. Bumdes yang kita resmikan ini masih pralaunching. Nanti akan ada peresmiannya secara nasional yang akan dilakukan oleh Pak Menteri (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Marwan Jafar)," ungkap Johozua.

Untuk mendorong pemberdayaan ekonomi desa, pihaknya juyga menggandeng Perujm Bulog dan Perum Pegadaian. Untuk "kerjasama dengan Perum Pegadaian, kita minta Pegadaian untuk masuk ke desa lewat produk produknya seperti gadai emas, tabungan emas dan lain-lain," jelasnya.

Manfaatkan Dana Desa

Dia juga memaparkan, usaha BUM Des menggunakan modal dari kucuran Dana Desa dari Pemerintah Pusat.  Total dana desa tahun ini hampir 47 triliun untuk 77.000 lebih desa di Indonesia.

Faizul Isom, Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan Ditjen PKP Kementerian Desa mengatakan, nantinya sekitar 50 persen produk yang dipajang di minimarket Desa Smart yang dikelola Bumdes merupakan produk yang dihasilkan warga. Bisa berupa produk pangan olahan sampai kebutuhan pokok seperti beras.

Dia menambahkan, sampai saat ini sudah berdiri 19 Bumdes dan samapai akhir September 2016 nnanti akan berdiri 29 Bumdes dan Desa Smart akan menjadi salah satu unit usaha Bumdes.

"Hadirnya Desa Smart kita harapkan bisa jadi desa yang bisa melindungi ekonomi rakyatnya dan sampai akhir September kami siap hadirkan 20 Desa Smart di Karawang," janji Bupati Karawang dr Celica Nurhadiana.

Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas