Dapat Penghargaan, PT KPI Terus Berupaya Cegah Kecelakaan Kerja
Saat ini PT. Kaltim Parna Industri adalah satu-satunya pabrik amoniak yang dimiliki swasta nasional di Indonesia.
Penulis:
Johnson Simanjuntak
"Ini menjadi suatu kebanggan bagi bangsa Indonesia, bilamana kita dapat bersaing, bahkan menjadi pemenang dalam pasar di Asia Pasific, terutama dalam industri petrokimia. Beberapa perusahaan asing telah belajar banyak di KPI, namun mereka bisa menjadi lebih besar dikarenakan harga bahan baku di negaranya jauh lebih rendah di banding dengan harga bahan baku (gas alam) yang dibayarkan oleh perusahaan swasta nasional ini," katanya.
Dengan harga gas yang wajar dan seluruh industri di Indonesia berhasil menerapkan norma-norma K3, diharapkan cita-cita bangsa Indonesia di dalam Nawa Cita sebagai agenda prioritas Pemerintah Indonesia yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional untuk bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dapat segera terwujud.
Dengan harga bahan baku (gas alam) yang wajar dengan tinggat keekonomian yang sesuai dengan industri amoniak, maka KPI sebagai produsen Ammonia di Indonesia, berencana untuk mengembangkan unit bisnisnya. diantaranya :
1. Soda Ash plant
2. Ammonium Nitrate
3. Caprolactam
4. Dry Ice plant
Disamping membuat pabrik turunan dari Ammonia, PT. KPI juga berencana untuk memberikan sumbangsih ke masyarakat dunia, yaitu dengan mendukung budidaya algae oleh masyarakat sekitar buffer zone.
Pembudidayaan algae ini akan menjadi pilot project pemanfaatan CO2, baik untuk skala rumah tangga maupun untuk skala industri.
Permasalahan harga bahan baku amoniak yaitu natural gas sebagai trigger dari keseluruhan rencana pengembangan di atas.
Dengan mendapatkan harga natural gas yang rendah dan tingkat keekonomian yang layak sudah barang tentu akan menjadi tumbuhnya industri-industri baru.
"Hal ini akan menyerap banyak tenaga kerja baik tenaga ahli maupun tenaga non ahli dari seluruh penjuru nusantara, terlebih pada penduduk local di sekitar pabrik itu sendiri," kata Hari.