Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Freeport Indonesia

Ini Permintaan Bupati Mimika kepada Freeport Terkait Smelter dan Konsentrat

"Sekarang kan (smelter) sedang dibangun di Gresik. Seharusnya dibangun di daerah pengelolaan di situ, tidak boleh dibawa keluar."

Ini Permintaan Bupati Mimika kepada Freeport Terkait Smelter dan Konsentrat
Freeport Indonesia
Aktivitas pekerja di tambang bawah tanah di tambang PT Freeport Indonesia di Papua. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah daerah di Papua berharap PT Freeport Indonesia (PTFI) segera membangun fasilitas pemurnian dan pengelolaan (smelter) di Papua.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta kepada PTFI agar tidak membawa konsentrat hasil tambang ke luar Papua sebelum dimurnikan di Papua.

"Sekarang kan (smelter) sedang dibangun di Gresik. Seharusnya dibangun di daerah pengelolaan di situ, tidak boleh dibawa keluar," ungkap Eltinus Omaleng, usai bertemu Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2017).

Keinginan agar smelter dapat segera dibangun itu agar masyarakat Papua bisa terlepas dari kemiskinan dan bisa menjadi wilayah yang lebih maju.

Baca: Jaringan Advokasi Tambang Sebut Lima Sungai di Papua Dialiri Limbah Produksi Freeport

Dengan adanya smelter diyakini pula akan muncul lapangan kerja yang akan mengurangi jumlah pengangguran di Papua.

"Salah satu menyelesaikan masalah kemiskinan, ketertinggalan, kebodohan dan lainnya itu ada di situ (smelter). Kami punya keinginan besar di sana harus dibangun. Sarjana kami banyak sekali, baik S-1 maupun S-2, mau kerja di mana? Makanya, harus menciptakan lapakan kerja melalui cara ini," papar Bupati itu.

Dengan harapan itu, masyarakat papua pun telah menyiapkan lokasi seluas 300 hektare di Timika dan sudah mendapat izin pembebasan dari masyarakat.  

"Sudah dibebaskan masyarakat adat dan sudab siap. Pelepasan sudah, sudah di tanda tangan semua lagi dibicarakn lagi," pungkas Eltinus Omaleng.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas