Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

PP Properti Tingkatkan Cadangan Lahan Hingga 400 Hektar

Pengembang properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) hingga akhir tahun ini merencanakan memiliki cadangan lahan mencapai sekitar 400 hektar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in PP Properti Tingkatkan Cadangan Lahan Hingga 400 Hektar
JAKARTA KITA
PP Properti Tbk 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembang properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) hingga akhir tahun ini merencanakan memiliki cadangan lahan mencapai sekitar 400 hektar untuk mendukung pertumbuhan perseroan di masa mendatang.

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat mengatakan hingga akhir tahun lalu, jumlah cadangan lahan (landbank) perseroan mencapai 60 hektar.

Dengan total cadangan pada akhir tahun ini seluas 400 hektar, maka luas landbank PPRO tumbuh lebih dari 5 kali lipat dibandingkan tahun lalu, dimana saat ini lanbank perseroan sudah mencapai 54 hektar.

Cadangan lahan tersebut, kata Taufik, tersebar di Jabodebek, Cikarang, Lombok, Surabaya, Semarang, Jawa Barat, dan beberapa lokasi lainnya.

“Di akhir tahun 2017, PPRO merencanakankan landbank akan mencapai sekitar 400 hektar, sehingga kami leluasa untuk meningkatkan kinerja," tutur Taufik, Jakarta, Selasa (16/5/2017).‎

Taufik menjelaskan, lonjakan cadangan lahan pada tahun ini diantaranya dari lahan Aerocity Kertajati dan lahan-lahan di Seturan Yogjakarta, Jatinangor Bandung, Telogomas Malang, dan lain-lainnya.

"Kami utamakan untuk mengembangkan produk apartemen di sekitar kampus," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Khusus lahan di Aerocity bandara Kertajati, PPRO telah sepakat untuk bekerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development (PT BIJB AD), anak perusahaan dari PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB), untuk membentuk usaha patungan yang akan mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat.

Penambahan cadangan lahan tersebut akan didukung oleh pendanaan setelah PPRO melakukan rights issue senilai Rp 1,5 triliun dimana 70 persen dari dana tersebut digunakan untuk investasi pengembangan, yaitu sekitar Rp 1 triliun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas