Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Manajemen BPJS Ketenagakerjaan Diingatkan Jangan Terjebak di Zona Nyaman

Manajemen BPJS Ketenagakerjaan jangan melaksanakan penyelenggaraan jaminan sosial secara Business As Usual (BAU).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Manajemen BPJS Ketenagakerjaan Diingatkan Jangan Terjebak di Zona Nyaman
Tribunnews/Herudin
Poempida Hidayatulloh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen BPJS Ketenagakerjaan jangan melaksanakan penyelenggaraan jaminan sosial secara Business As Usual (BAU).

Artinya jangan terjebak pada zona nyaman.

Sehingga, tidak ada pergeseran paradigma penyelenggaraan menjadi lebih baik dan progresif.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh, mengatakan kreatifitas dalam melakukan gebrakan yang strategis harus terus dipacu.

"Benchmark yang lebih bonafide harus diterapkan karena kompetensi dan potensi yang ada belum secara optimal digerakkan," kata Poempida dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Rabu (24/5/2017).

Ia mengingatkan kreatifitas harus menyentuh segala aspek.

Sehingga, bisa mendorong percepatan dalam tercapainya amanat UU SJSN dan UU BPJS.

"Jika BAU, ya tidak perlu manajemen BPJS Ketenagakerjaan diisi orang-orang yang pintar dan terpilih," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pun mengingatkan agar rekomendasi Dewan Pengawas harus menjadi panduan dalam mengelola BPJS ketenagakerjaan .

Jika, tidak terjadi sinkronisasi dan harmoni, Dewan Pengawas dapat merekomendasikan diberhentikannya direksi baik secara kolektif atau pun individu kepada Presiden dan diumumkan kepada Publik.

 "Terlebih lagi jika tercium adanya perilaku korup dan pelanggaran UU maka basis penegakan hukum akan dijalankan," katanya.

Dewan Pengawas dikatakannya akan melaporkan setiap perilaku korup kepada lembaga penegak hukum.

"Saya sangat berharap kinerja BPJS Ketenagakerjaan ke depan semakin berintegritas, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang besar bagi ekonomi Indonesia dan dunia ketenagakerjaan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas