Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Indef: Pencabutan Subsidi Listrik Berdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat

‎"Sedangkan, untuk pelanggan 450 VA, tidak ada perubahan apa-apa (seluruhnya masih disubsidi)," ucap Enny.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Indef: Pencabutan Subsidi Listrik Berdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat
KOMPAS IMAGES
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ ‎Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pencabutan subsidi tarif dasar listrik untuk sebagian pelanggan 900 volt ampere (VA), berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat.

‎"Akan ada 18 juta rumah tangga, menurun daya belinya, karena yang tadinya dapat subsidi (TDL) menjadi tidak dapat subsidi," ujar Direktur Indef Enny Sri Hartati, Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Menurut Enny, penurunan daya beli masyarakat tersebut dapat terlihat dari angka penjualan‎ Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perusahaan ritel, maupun pasar tradisional, dimana pertumbuhan sektor tersebut tidak lebih dari 7 persen.

"‎Jadi kalau kita lihat, konsii perekonomian dan daya beli, kita lihat masyarakat masih dalam kondisi tekanan, apakah kado (tahun ini) begini," tutur Enny.

Enny juga menyoroti penggolongan pelanggan yang menerima dan tidak disubsidi versi PLN, apakah data tersebut dimiliki PLN sendiri atau Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Data ini pun bagaimana pemilihannya, masyarakat yang tidak layak mendapat subsidi listrik," ucap Enny.

Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat PLN, I Mae Suprateka mengatakan, banyak yang salah persepsi dengan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, khususnya untuk pelanggan 900 volt ampere (VA).

Rekomendasi Untuk Anda

"Per 1 Januari diterapkan subsidi tepat sasaran, subsidi berkeadilan yang dilihat dari siapa yang mendapatkan subsidi," ujar Made di Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Untuk pelanggan 900 VA, kata Made, telah dilakukan pendataan oleh Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan PLN, dimana yang layak menerima subsidi hanya 4,05 juta penduduk.

Sehingga, terdapat 18 juta lebih pelanggan 900 VA yang telah dicabut subsidinya.

‎"Sedangkan, untuk pelanggan 450 VA, tidak ada perubahan apa-apa (seluruhnya masih disubsidi)," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas