Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sampai Oktober, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 73 Persen dari Target

"Realisasi sampai dengan Oktober sudah mencapai 73 persen dari target, kami optimistis dapat mencapai target pemerintah."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sampai Oktober, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 73 Persen dari Target
Kompas.com
Stok pupuk bersubsidi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ PT Pupuk Indonesia (Persero) sampai dengan akhir Oktober 2017 telah menyalurkan pupuk untuk sektor tanaman pangan secara nasional sebanyak 7,01 juta ton.

Jumlah tersebut terdiri dari ‎pupuk urea sebesar 3,10 juta ton, NPK sebanyak 1,95 juta ton, SP-36 sebanyak 671,25 ribu ton, ZA sebesar 777,35 ribu ton dan organik sebesar 508,33 ribu ton.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Achmad Tossin Sutawikara mengatakan, perseroan mengemban kewajiban dari pemerintah untuk menyalurkan 9,5 juta ton pupuk bersubsidi sepanjang 2017.

"Realisasi sampai dengan Oktober sudah mencapai 73 persen dari target, kami optimistis dapat mencapai target pemerintah, untuk penyaluran pupuk bersubsidi ini dengan terus mengoptimalkan proses pendistribusian," kata Achmad, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Menurutnya, ‎mengenai kebar kelangkaan pupuk yang beredar di beberapa daerah yang dikarenakan adanya keterbatasan alokasi pupuk untuk daerah tertentu, dimana Kementerian Pertanian telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk penambahan alokasi subsidi sebesar 1 juta ton.

Baca: Di Mata Buruh, Anies-Sandi Sama Saja dengan Ahok-Djarot

Baca: Light You Up, Visualisasi Pencapain 110 Tahun Daihasu di Tokyo Motor Show 2017

Rekomendasi Untuk Anda

"Sambil menunggu ketetapan penambahan alokasi dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian, Pupuk Indonesia bekerjasama dengan instansi terkait mengupayakan percepatan penyaluran pupuk," ujarnya,

Selain keterbatasan alokasi, kata Achmad, banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK, akibatnya pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi para petani tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios, padahal stok pupuk tersedia sangat cukup.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas