Bank Masih Rajin Cairkan Kredit Sindikasi
Kredit sindikasi menjadi strategi perbankan untuk memenuhi permintaan kredit bernilai besar.
Editor:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kredit sindikasi menjadi strategi perbankan untuk memenuhi permintaan kredit bernilai besar.
Sebab, skema kredit secara patungan ini mampu membiayai permintaan kredit ke infrastruktur yang berjumlah besar dan bertenor panjang.
Semisal, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih memanfaatkan penyaluran kredit sindikasi.
Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, setidaknya ada Rp 18 triliun kredit sindikasi yang akan digarap hingga akhir tahun ini.
"Sindikasi ini terdiri dari sektor manufaktur, tol dan properti," kata Herry, Selasa (7/11).
Bank berlogo 46 ini mencatat realisasi kredit sindikasi mencapai Rp 50,8 triliun per September 2017. Jumlah ini naik 22,48% secara year on year (yoy).
Bank berplat merah ini terbilang berperan dalam proyek kredit sindikasi. Secara persentase, peran BNI bertindak sebagai pimpinan sindikasi mencapai 21,15% hingga 93%.
Sedangkan, keikutsertaan BNI sebagai anggota sindikasi sekitar 0% sampai 64,43%.
Baca: Mahasiswa Asal Pati ini Lulus Cumlaude Setelah Berkali-kali Ditolak Ojek Online
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk akan menyalurkan Kredit sindikasi sebesar Rp 15 triliun-Rp 20 triliun hingga akhir tahun ini. Pinjaman sindikasi ini akan mengalir untuk sejumlah proyek infrastruktur.
Yang terbaru, Bank Mandiri berpartisipasi pada kredit sindikasi untuk PT Waskita Karya Tbk. Perusahaan BUMN ini mendapatkan kredit sindikasi sebesar Rp 5,14 triliun untuk pembangunan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated.
Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi menyampaikan, pihaknya berkontribusi kredit senilai Rp 1,43 triliun dalam sindikasi ini.
Bank berlogo pita emas ini bertindak sebagai joint mandated lead arranger (JMLA) and bookrunner.
Ia melanjutkan, Bank Mandiri berkomitmen mendukung infrastruktur di segmen jalan tol. Terbukti dari realisasi pembiayaan untuk pembangunan jalan tol mencapai Rp 9,4 triliun hingga September 2017, atau tumbuh 12% secara tahunan.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jan Hendra menuturkan, BCA ingin meningkatkan kredit sindikasi mencapai Rp 14,35 di akhir tahun ini. Dari total penyaluran kredit lewat sindikasi senilai Rp 8,35 triliun per September 2017.
Baca tanpa iklan