Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jepang Tertarik Biayai Proyek Bendungan di Palembang

Basuki menyebut badan usaha asal Jepang ada yang mulai tertarik membiayai proyek tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jepang Tertarik Biayai Proyek Bendungan di Palembang
TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo berdiskusi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua kiri), Menteri PU-PERA Basuki Hadimuljono (dua kanan), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) di tepi Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumut, Sabtu (14/10/2017). Dalam kunjungan kerja ke Sumatra Utara tersebut Presiden Joko Widodo selain mengunjungi pengungsi Sinabung, meresmikan jalan tol, juga menggelar rapat terbatas masalah percepatan Danau Toba sebagai destinasi utama wisata Indonesia. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun bendungan baru di kawasan Tiga Dihaji, Palembang, Sumatera Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan bendungan tersebut akan menjadi proyek pertama pembangunan infrastruktur yang menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Basuki menyebut badan usaha asal Jepang ada yang mulai tertarik membiayai proyek tersebut.

"Yang baru tahun depan bendungan namanya Tiga dihadji di Palembang. Iya (proyek KPBU), kalau jadi, kan nunggu minggu ini atau minggu depan dia (Badan Usaha dari Jepang) mau mutusin," ungkap Basuki saat ditemui di Kantor Menteri Keuangan, Rabu (29/11/2017).

Pada proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 3,8 triliun itu, akan dibandung pula Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Baca: Wuling Confero S, MPV Car of The Year 2017 Versi Majalah MobilMotor

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Arus Kendaraan di GT Cikarang Utama Diprediksi Melonjak 31,13 Persen d Libur Maulid Nabi 2017

PLTA tersebut diperkirakan akan menghasilkan listrik sebagai 13 sampai 14 Megawatt (MW).

"Jepang tapi belum tahu PT apa, swasta apa tapi dari Jepang. Nanti tinggal kita lihat mereka mengajukan mana," ucap Basuki.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas