Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dalam Satu Bulan, PT PP Kantongi Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun

Perusahaan kontruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) pada November 2017 telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,9 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Dalam Satu Bulan, PT PP Kantongi Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun
KONTAN
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan kontruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) pada November 2017 telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,9 triliun.

Kontrak baru tersebut, terdiri dari induk sebesar Rp 2,1 triliun dan beberapa anak usaha perseroan senilai Rp 1,8 triliun.

Direktur Utama PTPP, Tumiyana mengatakan, dengan perolehan tersebut, perseroan berhasil membukukan total kontrak baru selama 11 bulan sebesar Rp 37,4 triliun, dimana target sepanjang tahun ini sebesar Rp 40,6 triliun.

‎"Dengan pola seperti ini, perseroan optimis target kontrak baru masih dalam jangkauan, bahkan tidak tertutup kemungkinan dapat sedikit lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan," ujar Tumiyana, di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Tumiyana merincikan, ‎berbagai kontrak baru yang berhasil diperoleh perseroan selama November 2017 di antaranya, Jalan Tol Serang-Panimbang (Paket 2 Simpang Susun) sebesar Rp 546 miliar.

Kemudian, Bendungan Lausimeme sebesar Rp 422 miliar, Gedung ASEAN sebesar Rp 407 miliar, Apartemen Sky High Koapgi sebesar Rp 350 miliar, dan PLTD Senayan 100MW sebesar Rp 199 miliar.

Sementara itu, anak usaha perseroan seperti PT PP Presisi Tbk memberikan kontribusi kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun, disusul oleh PT PP Properti Tbk sebesar Rp 235 miiliar pada November 2017.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan project owner, kata Tumiyana, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PTPP selama 11 Bulan 2017 dengan kontribusi sebesar 60,8 peren dari total kontrak baru, disusul oleh segmen Swasta sebesar 27,6 persen dan segmen pemerintah sebesar 11,6 persen.

"Karakteristik penyerapan anggaran pemerintah dan BUMN berbeda dengan swasta, di mana penyerapan terbesar umumnya terjadi di semester II, terutama di kuartal IV," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas