175 Kilometer Jalur Baru Kereta Api dan Beroperasinya Skytrain Serta Kereta Bandara Soetta
Pada tahun 2017 telah dibangun 175 kilometer jalur baru yang difokuskan di Jawa dan Sumatera.
Penulis:
Apfia Tioconny Billy
Editor:
Dewi Agustina
Program dari Angkasa Pura II ini menelan biaya investasi hingga Rp 950 miliar dengan rincian Rp 350 miliar untuk pengadaan trainset dan Rp 420 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
Pengadaan trainset dikoordinatori PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan, dan pembangunan lintasan oleh PT Wijaya Karya Tbk.
Kereta baru lainnya adalah Kereta Api Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang sudah uji coba mengangkut penumpang mulai 26 Desember 2017.
Kereta Api Bandara Soetta yang dioperatori anak usaha PT KAI yaitu PT Railink ini akan resmi beroperasi pada 2 Januari 2017.
Rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo.
Pada uji coba ini tarif yang dikenakan tarif Rp 30 ribu, setelah resmi beroperasi akan berlaku tarif normal sebesar Rp 70 ribu.
Baca: Menanti Langkah Prabowo Subianto Menuju Pilpres 2019
Kereta ini memiliki 42 perjalanan tiap 30 menit mulai pukul 03.21 hingga pukul 00.40 WIB.
Sayangnya saat pertama beroperasi belum semua rute dapat digunakan karena Stasiun Sudirman dan Stasiun Duri masih dalam tahap pembangunan.
Adapun rute sementara yang diterapkan adalah Stasiun BNI City Sudirman - Stasiun Batu Ceper - Stasiun Bandara Soetta dan sebaliknya.
Dengan moda ini, perjalanan ke bandara bisa ditempuh kurang dari satu jam.
Sementara itu, model kereta lainnya yaitu Light Rail Transit (LRT) Jabodebek saat ini masih dalam tahap pembangunan jalur yang rencananya akan beroperasi 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp 29,9 triliun itu.
LRT Jakarta dan LRT Palembang saat ini tengah memasuki pembangunan konstruksi.
Keduanya direncanakan beroperasi pada Juni 2018 sehingga dapat mendukung perhelatan Asian Games 2017.
Untuk investasi LRT Jakarta fase 1 yang melayani rute Kelapa Gading-Tanah Abang memiliki nilai investasi Rp 5 triliun, dan LRT Jakarta memiliki nilai investasi Rp 29,9 triliun.
Baca tanpa iklan