Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Serikat Pekerja: Pakai Vendor Baru, JICT Malah Rugi Rp 8,7 Miliar

“Selama setidaknya 12 hari beroperasi, JICT sudah merugi Rp 8,7 miliar. Bahkan kerugian pengguna jasa antara Rp 40 miliar hingga Rp 100-an miliar."

Serikat Pekerja: Pakai Vendor Baru, JICT Malah Rugi Rp 8,7 Miliar
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Pengurus Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) saat jumpa pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/1/2018). (Warta Kota/Junianto Hamonangan) 

Laporan Reporter Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) diduga merugi hingga Rp 8,7 miliar, usai pergantian vendor operator lapangan dari PT Empco Trans Logistic kepada PT Multi Tally Indonesia sejak 1 Januari 2018.

Bahkan akibat penurunan performa dan kerugian yang terjadi belakangan ini, JICT sampai mengajukan surat permohonan bantuan tenaga operator derek lapangan (RTGC) kepada Pelindo II.

“Selama setidaknya 12 hari beroperasi, JICT sudah merugi Rp 8,7 miliar. Bahkan kerugian pengguna jasa antara Rp 40 miliar hingga Rp 100-an miliar,” ujar Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT Firmansyah Sukardiman, Minggu (14/1/2018).

Ia menambahkan, dwelling time saat ini juga sudah naik pada angka 6,6 hari. Sehingga kemacetan truk kontainer di kawasan pelabuhan sering terjadi. Padahal target Presiden Joko Widodo dwelling time di bawah 3 hari.

“Sejak vendor ini beroperasi, sudah ada 14 kecelakaan kerja. Antrian truk mencapai 32 jam dan kapal hingga 44 jam. Produktivitas juga berkurang dari 26 menjadi 15 move per hour atau turun 11 move per hour," ungkap Firmansyah.

Baca: CBA: Impor Beras 500.000 Ton Keputusan Salah Kaprah dari Enggartiasto Lukita

Baca: Fahri Hamzah dan Mahfud MD Saling Berbalas Pantun Soal Korupsi e-KTP, Argumen Siapa Lebih Kuat?

Baca: KPPU: Data Produksi Beras yang Dipublikasikan BPS dan Kementan Kredibilitasnya Rendah

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN diharapkan segera mengambil tindakan secepatnya. Sehingga buruknya performa JICT tidak semakin mengorbankan para pihak yang berkepentingan dan merugikan negara.

“Situasi di dalam pelabuhan Tanjung Priok khususnya di JICT sudah tidak kondusif karena pergantian vendor. Kita berharap agar situasi yang ada sekarang, bisa kembali seperti semula,” ucap Ketua Serikat Pekerja Container (SPC), Sabar Royani.

Perwakilan JICT sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan perihal menurunnya performa seperti yang disampaikan Serikat Pekerja JICT. Begitu pula manajemen Pelindo II belum merespon perihal bantuan operator RTGC ke JICT.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas