Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha: Jangan Berbelit-belit dan Kelamaan, Proses Restitusi Pajak Maksimal 2 Bulan

Jika tahun lalu restitusi PPN memakan waktu sekitar 10 bulan, menjadi lebih cepat di awal tahun ini menjadi sekitar tiga bulan saja.

Pengusaha: Jangan Berbelit-belit dan Kelamaan, Proses Restitusi Pajak Maksimal 2 Bulan
TRIBUNNEWS/SENO
Forum dialog Ditjen Pajak dan pengusaha, Selasa (21/2/2017). 

Laporan Reporter Kontan, Ghina Ghaliya Quddus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembisnis mendukung rencana Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk mempercepat proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Mereka berharap, proses restitusi pajak tidak seperti sekarang ini yang berbelit-belit dan memakan waktu berbulan-bulan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengakui, sejak beberapa tahun terakhir Ditjen Pajak memang berusaha mempercepat proses restitusi.

Jika tahun lalu restitusi PPN memakan waktu sekitar 10 bulan, menjadi lebih cepat di awal tahun ini menjadi sekitar tiga bulan saja.

Namun menurut Fajar, waktu proses restitusi PPN tersebut masih kurang cepat. "Kalau bisa maksimal dua bulan saja, uang restitusi cair ke pengusaha," jelas Fajar kepada KONTAN, Senin (19/3/2018).

Ia optimistis, jika penyelesaian restitusi bisa lebih cepat lagi maka kegiatan ekspor bisa terdongkrak. Percepatan restitusi PPN juga bisa mendukung iklim investasi dan kemudahan berbisnis.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai, di internal kantor pajak saat ini masih ada pemahaman yang beda-beda terkait restitusi.

Baca: Karena Passion, Cewek Cantik Ini Keluar dari Sekolah Perhotelan dan Bekerja Jadi Mekanik Truk Scania

Baca: Nissan Pastikan Kembaran Mitsubishi Xpander Tidak Akan Seperti Avanza dan Xenia

Agar proses restitusi menjadi lebih cepat dan setara antar wajib pajak, maka hal seperti itu harus dihilangkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas