Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IPO, Indonesia Kendaraan Terminal Lepas 30 Persen Saham Kepada Publik

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Adi Suhendi
zoom-in IPO, Indonesia Kendaraan Terminal Lepas 30 Persen Saham Kepada Publik
Tribunnews.com/ Syahrial Sidik
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO. Anak usaha Pelindo II itu bakal melepas 30 persen sahamnya ke publik atau setara 561 juta lembar saham. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Anak usaha Pelindo II itu bakal melepas 30 persen sahamnya ke publik atau setara 561 juta lembar saham.

Direktur Utama Bahana PT Sekuritas Feb Sumandar selaku penjamin pelaksana emisi belum mengumumkan berapa kisaran harga yang ditawakan saat penawaran umum.

Baca: Airlangga Didorong Jadi Pendamping Jokowi Sebagai Calon Wakil Presiden

Namun, target dana dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini sekitar Rp 1 triliun.

"Besok (diumumkan) kita akan melakukan paparan publik,” katanya saat konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Ahad (27/5/2018).

Masa penawaran awal berlangsung pada 24 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018.

Rekomendasi Untuk Anda

Penetapan harga IPO pada 25 Juni 2018, sedangkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2018.

Baca: Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Koper di Bandara Soetta

Direktur Utama IKT Chiefy Adi Kusmargono optimistis, aksi korporasi ini diharapkan mampu mencapai target.

"Kami akan mengalokasikan 50 persen dana hasil IPO untuk belanja modal, 25 persen untuk perpanjangan sewa lahan, dan sisanya untuk modal kerja,” kata Chiefy.

IKT adalah perusahaan yang mengelola terminal yang secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan.

Adapun pelayanan jasanya meliputi Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Selain itu juga melayani pelayanan jasa lainnya, yaitu Vehicle Processing Center (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC).

Diketahui, pada 2017, IKT membukukan pendapatan sebesar Rp 422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 314,3 miliar. Adapun nilai aset per akhir 2017 mencapai Rp 336,3 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 264,9 miliar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas