Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Neraca Perdagangan RI Bulan Mei Defisit, Dipicu Harga Minyak dan Pelemahan Rupiah

Dibandingkan bulan sebelumnya yang defisit sebesar US$ 1,63 miliar, jumlah itu lebih kecil.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Neraca Perdagangan RI Bulan Mei Defisit, Dipicu Harga Minyak dan Pelemahan Rupiah
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (7/3/2018). 

Sedangkan impor barang konsumsi hanya US$ 1,73 miliar tumbuh 14,88% dibandingkan April 2018. "Impor diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi," tandas Suhariyanto.

Kurangi konsumsi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta W Kamdani juga melihat lonjakan impor baik bagi industri.

Baca: Jalan Tol Kertosono-Kediri Akan Digarap Anak Usaha Jasa Marga

Pengusaha memang banyak belanja bahan baku dan barang modal demi menggenjot produksi.

Menurutnya, ini bukan hanya antisipasi peningkatan konsumsi saat Idulfitri.

"Pengusaha bersiap-siap bila pasar perdagangan global menjadi tidak menentu karena perang dagang AS-China," katanya.

Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution bilang, pemerintah bakal menekan impor agar neraca dagang tidak lagi defisit. Sebab, dalam kondisi ini Indonesia rentan pengaruh huru-hara perdagangan global.

Rekomendasi Untuk Anda

"Impor barang konsumsi harus dirasionalkan. Ekspor juga akan dioptimalkan," ujarnya. Sayang Darmin tak bisa menjelaskan detil cara menurunkan impor dan menggenjot ekspor.

 
 

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas