Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BTN Siap 'Take Over' Penyaluran FLPP

PPDPPP akan mengevaluasi penyaluran dana Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) yang dianggap masih berjalan kurang cepat

BTN Siap 'Take Over' Penyaluran FLPP
Warta Kota/Henry Lopulalan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Direktur Utama Pusat Pengelolahan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR Budi Hartono mengatakan bahwa PPDPPP akan mengevaluasi penyaluran dana Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) yang dianggap masih berjalan kurang cepat.

Evaluasi itu berdasarkan data evaluasi 40 bank yang saat ini bekerjasama untuk menyalurkan dana FLPP.

"Dari hasil evaluasi sampai semester satu ada 8 bank yang belum menyalurkan dana FLPP secara maksimal," ujar Budi pada Diskusi Media Ghatering Forwapera bertema "Skema Baru FLPP dan Relaksasi LTV Gairahkan Pasar Perumahan" di Bogor, Sabtu (4/8/2018).

Adapun 8 bank pelaksana yang belum menyalurkan secara maksimal FLPP tersebut, tutur Budi, terdiri dari tiga bank umum nasional dan lima bank pembangunan daerah. BTN akan mengecek alasan bank tersebut belum maksimal menyalurkan.

"Kita cari tahu dulu alasannya, apakah karena tidak sesuai dengan core business-nya sehingga mereka belum juga menyalurkan," kata Budi.
Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria mengatakan, PT Bank Tabungan Negara Tbk mengaku siap untuk mengambil alih kredit pemilikan rumah/KPR dengan skema FLPP yang sebelumnya digarap bank lain.

"Kami siap take over kalau PPDPP memang menunjuk," kata Budi.

Dalam penyaluran dana FLPP tahun ini PPDPP bekerja sama dengan 40 bank pelaksana yang terdiri dari 9 bank umum nasional dan 31 bank pembangunan daerah.

Realisasi penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 31 Juli 2018, mencapai RP32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah. Adapun penerima FLPP tahun ini sebanyak 12.455 unit rumah senilai Rp1,43 triliun.

Budi menambahkan, tahun ini BTN kembali mendapat persetujuan dari menteri keuangan untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP.

Tahun lalu bank ini hanya menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), yakni setelah pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih separuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas