Pertamina Pastikan Harga BBM Tidak Naik Meskipun Rupiah Bergolak
Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan Pertamina akan memastikan penyediaan BBM untuk masyarakat
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) berplat merah, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak akan menaikkan harga BBM meskipun ada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan pembatasan impor.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan Pertamina akan memastikan penyediaan BBM untuk masyarakat ditengah pergolakan ekonomi.
Baca: Bertandang ke KPK, 8 Gubernur dan Wagub Diharapkan Tidak Berompi Orange
"Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, di Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM, Pertamina akan melaporkan kepada pemerintah terlebih dulu apabila akan dilakukan penyesuaian harga.
"Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu," jelas Adiatma.
Adapun per 1 juli 2018 lalu, harga jual di SPBU Pertamina di kawasan DKI Jakarta Rp 7.800 per liter untuk pertalite, pertamax Rp 9.500 per liter,lalu pertamax turbo Rp 10.700 per liter, pertamina dex Rp10.500 liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni minyak tanah, minyak solar dan premium.
Penegasan tersebut terkait adanya isu pemerintah yang bakal menaikan harga BBM karena adanya pelemahan rupiah.
“Pemerintah tidak rencanakan kenaikan harga dalam waktu dekat,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).
Harga Premium penugasan saat ini Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga minyak tanah dan harga minyak tanah yakni minyak tanah 2.500 per liter.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat menyentuh angka Rp 15.0000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (4/9/2018).