Tribun Bisnis

Natal dan Tahun Baru

Ini Langkah Pertamina Antisipasi Kelangkaan BBM Jelang Akhir Tahun

Pertamina mengklaim telah menyiapkan sejumlah langkah agar tak terjadi kelangkaan BBM saat memasuki penghujung tahun 2018.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ini Langkah Pertamina Antisipasi Kelangkaan BBM Jelang Akhir Tahun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mobil tangki BBM melintas di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina mengklaim telah menyiapkan sejumlah langkah agar tak terjadi kelangkaan BBM saat memasuki penghujung tahun 2018.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan pihaknya telah menyiapkan mobil tangki hingga motor yang dapat masuk ke dalam tol menjangkau pembeli bila macet terjadi.

"Pada saat arus libur, kita menyiapkan antisipasi, ada mobil tangki dispenser, kemudian tangki disiagakan di SPBU, dan sepeda motor masuk ke dalam tol dengan pengawalan polisi untuk bisa menjangkau apabila macet," ujar Adiatma, di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Ia juga menuturkan terdapat kios-kios Pertamax, yang disiagakan di luar jalan tol. Fungsinya, kata dia, adalah untuk mengantisipasi kemacetan di wilayah wisata, agar BBM bisa dijangkau oleh masyarakat.

Baca: Polri Terjunkan 72 Ribu Personel dalam Operasi Lilin 22 Desember 2018- 2 Januari 2019

Adapun Pertamina menyiapkan 179 unit layanan tambahan di wilayah Jawa dan Sumatera. Jumlah tersebut terdiri dari 18 kios Pertamax, 24 motor kemasan, dan 15 mobil dispenser.

Adiatma juga menyebut Pertamina menyiapkan 75 mobil tangki cadangan di SPBU, 35 rest area tol dengan SPBU, dan 12 rest area tol non-SPBU.

Nantinya, Pertamina disebutnya juga akan menambah stok, baik BBM, Bahan Bakar Khusus (BBK), dan elpiji.

Ia mengatakan jika stok ketiganya telah diatur untuk berada di atas batas aman, yakni di atas 20 hari.

"Semua kita set di atas 20 hari. Untuk premium, solar, semuanya di atas 20 hari, itu adalah batas aman. Elpiji saat ini di atas 24 hari, batas kritisnya 11 hari," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas