Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis

Penguatan Rupiah Kali Ini Dipicu Oleh Arus Modal Asing

Luthfi menilai Investor asing makin percaya dengan massa depan ekonomi Indonesia yang cerah. Apalagi harga minyak dunia sedang dalam tren terkoreksi.

Editor: Choirul Arifin
zoom-in Penguatan Rupiah Kali Ini Dipicu Oleh Arus Modal Asing
WARTA KOTA/henry lopulalan
Aktivitas penukaran valas di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Yusuf Imam Santoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ekonom Sukor Sekuritas, Luthfi Ridho mengapresiasi penguatan kurs rupiah hari ini. Menurutnya kemampuan rupiah hari ini karena aliran dana asing di sektor saham dan obligasi

Mengutip Bloomberg pada Jumat (1/2/2019) pikil 16.30 WIB menguat 0,18 menjadi Rp 13.947 per dollar Amerika Serikat (AS). Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) menguat 0,66% yakni Rp 13.978 per dollar AS.

Luthfi menilai Investor asing makin percaya dengan massa depan ekonomi Indonesia yang cerah. Apalagi harga minyak dunia sedang dalam tren terkoreksi.

Sedangkan pada periode awal tahun ini impor minyak di Indonesia tidak ada sedang berkurang. “Biasanya nanti menjelang lebaran baru impor untuk bahan bakan minyak (BBM),” kata Luthfi kepada Kontan, Jumat (2/1/2019).

April nanti barulah pemerintah kemungkinan impor minyak. Artinya sampai dengan tenggat waktu tersebut rupiah akan tetap menguat.

Ia menambahkan jika harga minyak terus terkoreksi otomatis dana asing akan terus masuk besar-besaran. Katanya tidak menuntut kemungkinan bisa saja rupiah berada di level Rp 13.500.

Baca: Honeywell Siap Pasok Teknologi C4ISR untuk Operasi Militer dan Kemanusiaan Kemenhan RI

Berita Rekomendasi

Di sisi lain indeks dollar melemah karena permintaannya cederung stabil dan sedikit turun. Ia mengapresiasi BI yang berani menjaga nilai rupiah tetap terapresiasi hari ini. Selain itu, permintaan rupiah juga makin luber.

“Ini karena penyaluran kredit makin besar bahkan sampai double digit,” tutur Luthfi.

Sentimen tersebut yang pada pekan sangat berpengaruh atas apresiasi nilai rupiah. Ditambah The Fed yang memertahankan suku bunga di level 2,25%-2,5%.

Menurutnya hal yang memengaruhi rupiah pekan ini masih berdampak hingga pekan depan. Sebab, dalam sentimen yang terjadi cukup penting dan berdampak cukup lama.

Untuk perdagangan Senin (4/2) Luthfi memprediksi rupiah akan berada di area Rp 13.900-Rp 14.100 per dollar AS. Sementara sepekan depan diramal rupiah akan bergerak di Rp 13.900-Rp 14.200 per dollar AS.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas