Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Freeport Indonesia

Polemik Freeport, Jonan sebut Jokowi Tak Berminat Bertemu CEO Freeport

Dari hasil pertemuan rahasia itu kemudian Sudirman Said diminta membuat surat agar bisa menjamin perpanjangan kontrak Freeport sampai 2041.

Polemik Freeport, Jonan sebut Jokowi Tak Berminat Bertemu CEO Freeport
Fitri Wulandari
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Serang, Banten, Jumat (28/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendadak melakukan konfrensi pers terkait peryataan mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang Presiden Joko Widodo soal pertemuan rahasia dengan Bos Freeport McMoran James Moffet di Istana 2015 lalu,

Dari hasil pertemuan rahasia itu kemudian Sudirman Said diminta membuat surat agar bisa menjamin perpanjangan kontrak Freeport sampai 2041.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, hasil perundingan Freeport yang berlaku sekarang ini didasarkan atas kesepakatan yang menguntungkan negara yaitu divestasi 51%, kewajiban pembangunan smelter, perubahan kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan penerimaan negara harus lebih besar.

Perundingan-perundingan sebelum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, tidak dijadikan sebagai dasar dalam perundingan Freeport yang telah disepakati tahun lalu itu.

“Waktu saya ditugaskan (jadi Menteri ESDM) Oktober 2016, Presiden arahannya coba (perundingan Freeport) diselesaikan. Saya sempat tawarakan Presiden untuk bertemu CEO Freeport McMoran, waktu itu sudah Richard Adkerson (bukan James Moffet), tapi Presiden tidak mau bertemu. Karena sudah ada arahan Presiden kepada kami, dan sudah jelas. Harus divestasi 51%, bangun smelter, mengubah KK jadi IUPK dan penerimaan negara harus lebih besar. Sudah itu saja. Lalu kita di Tim Menteri yang berunding dengan Freeport, yang hasilnya sudah kita ketahui semua,” ungkap Menteri Jonan, dalam konfrensi pers, Rabu (20/2) malam.

Baca: Yustinus Prastowo: Sudirman Said, Siapa yang Berdusta?

Jonan menambahkan bahwa apabila ada pertemuan, perundingan atau surat yang terjadi sebelumnya, hal tersebut sudah tidak relevan karena tidak lagi dijadikan dasar perundingan.
“Dengan ditugaskannya saya jadi Menteri ESDM, perundingan start dari nol. Dan perundingan atau surat sebelum-sebelumnya tidak dijadikan dasar lagi. Kalau seandainya dijadikan dasar, gak mungkin dong kita bisa dapat divestasi 51%,” pungkas Jonan.

Jadi apa, kata dia, yang ditulis di surat saat pendahulu-pendahulunya menjadi itu tidak dipakai. “Kami hanya berunding dengan basis baru. Jikalau toh ada pertemuan itu, kan nggak relevan, kan tidak kita pake juga,” tambah Jonan.

Saat dirinya menjabat sebagai Menteri ESDM, Presiden tidak pernah menerima Richard Adkerson secara khusus untuk membahas masalah Freeport. Pertemuan hanya terjadi saat selesainya divestasi 51% Freport pada 21 Desember 2018 lalu.

"Presiden tidak pernah menerima Freeport secara khusus di zaman saya. Sampai ditandatanganinya IUPK baru ketemu dengan presiden, Itu saja,” tegas Jonan.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Saling bantah soal Freeport, Jonan sebut Jokowi tak berminat bertemu CEO Freeport

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas