Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

JICT Klaim Sudah Bongkar Muat Petikemas 37 Juta TEUs dan Berkontribusi ke Negara Rp 15,44 T

Selama dua dekade ini perusahaan telah berkembang menjadi terminal yang memiliki standar kerja tinggi dengan tingkat efisiensi yang optimal.

JICT Klaim Sudah Bongkar Muat Petikemas 37 Juta TEUs dan Berkontribusi ke Negara Rp 15,44 T
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Jakarta International Container Terminal (JICT) selama 20 tahun ini telah berhasil mewujudkan visinya menjadi perusahaan terminal petikemas terbaik dan terbesar di Indonesia.

Sebagai bagian dari PT Pelindo II, JICT telah berkontribusi sebesar Rp 15,44 triliun ke negara melalui setoran pajak dan keuntungan kepada Pelindo II. JICT juga berhasil melayani bongkar muat petikemas sebanyak 37,30 juta twenty foot equivalent units (TEUs) dan menjadi salah satu terminal petikemas terbaik di Asia.

Gunta Prabawa, Direktur Utama JICT mengatakan, selama dua dekade ini perusahaan telah berkembang menjadi terminal yang memiliki standar kerja tinggi dengan tingkat efisiensi yang optimal.

Peran JICT juga semakin strategis, menjadi pintu gerbang utama bongkar muat barang, baik ekspor maupun impor di Tanjung Priok, pelabuhan terbesar di Indonesia.

"Kami bersyukur dan bangga selama 20 tahun ini JICT terus berkontribusi dalam mendorong kemajuan Indonesia melalui layanan yang handal dan efisien sebagai terminal pelabuhan. Besarnya dukungan dari stakeholders, pemegang saham, otoritas pelabuhan, karyawan dan mitra usaha menjadi energi bagi JICT untuk memberikan layanan terbaik untuk para pelaku usaha di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (1/4/2019) dalam keterangannya.

Gunta menjelaskan, sejak berkolaborasi dengan Hutchsion Ports Holding (HPH) di tahun 1999, JICT telah berkembang menjadi terminal petikemas yang didukung dengan teknologi, sumber daya manusia dan sistem tata kelola terminal petikemas modern.

Berbagai inisiatif dan inovasi dilakukan JICT untuk meningkatkan standar kualitas layanan dan menaikkan kapasitas bongkar muat.

Baca: Pembunuh SPG di Binjai Dipukul Sendal dan Dilempar Botol, Ini Ceritanya

Baca: Cewek SPG Terciduk Satu Kamar Dengan Bosnya di Hotel, Ini Pengakuannya

Misalnya di tahun 2000, JICT merupakan pionir penggunaan twin lift technology di Tanjung Priok. Kemudian di tahun 2003, JICT sudah menerapkan Web Online services (pelayanan tracking container, invoice tracking, vessel schedule, etc).

Dan sejak tahun 2015 seluruh transaksi di terminal JICT telah menerapkan sistem cashless payment. Berkat inovasi dan investasi yang dilakukan, volume bongkar muat JICT naik dari semula 1,4 juta TEUs (1999) menjadi lebih dari 2.4 juta TEUs.

Direksi JICT
Direksi JICT

"Investasi yang dilakukan JICT fokus pada peningkatan kualitas layanan yang mendorong terciptanya bisnis proses yang efisien dan memberikan manfaat optimal bagi pelaku usaha. Sampai saat ini JICT adalah pionir untuk digitalisasi, otomatisasi dan pelabuhan berbasis lingkungan (go green) di Indonesia," jelas Gunta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas