Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aberdeen Optimis Perekonomian dan Pasar Indonesia Masih Positif

berdeen Standard Investments Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berjalan lancar.

Aberdeen Optimis Perekonomian dan Pasar Indonesia Masih Positif
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi: Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta 

Untuk itu, ia berharap tim pemerintahan baru akan dapat mempertahankan stabilitas yang saat ini sudah berjalan cukup baik, dan menyiapkan strategi khusus guna meredam kenaikan harga-harga agar imbasnya tidak begitu dirasakan masyarakat.

Salah satu cara untuk meredam gejolak inflasi adalah dengan memastikan suku bunga bisa stabil.

“Kalau inflasi stabil, akan ada kemungkinan untuk bisa menurunkan suku bunga, misal 25 bps. Agar perekonomian Indonesia, terutama di beberapa sektor tertentu, bisa lari lagi,” jelas Bharat.

Ia memperkirakan perang dagang antar kedua negara lebih menciptakan resesi ekonomi teknikal bagi AS dan China. Jika AS terus menaikkan bea masuk produk asal China, maka jumlah barang yang masuk ke AS akan berkurang yang menyebabkan harga naik. Demikian halnya China yang akan kesulitan menemukan pembeli dari produk-produk buatannya.

Dalam perang dagang, pasti akan ada yang menang ataupun akhirnya mengalah. Melihat ketegangan perdagangan global, besar kemungkinan bisnis baru akan mengalir ke Asia Tenggara. Banyak bisnis yang diharapkan mendiversifikasikan rantai pasokan mereka ke ASEAN.

Ini akan memberikan dampak bagi para pemasok lokal untuk mendapatkan manfaat dari pergeseran pesanan ke kawasan tersebut. Dalam hal ini, Indonesia juga berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang.

“Saya melihat di dua skenario ini, Indonesia tetap menang. Kalau ekonomi akan terus berkembang, Indonesia untung. Kalau AS dan China tetap berperang, Indonesia juga tidak perlu menaikkan suku bunga,” paparnya.

Menurut Bharat, sangat penting bagi pemerintah, investor maupun pelaku bisnis di Indonesia untuk bisa melihat perkembangan situasi ekonomi dalam negeri maupun global dari sudut pandang yang positif.

Situasi perang dagang antara AS dan China yang akan menimbulkan risiko inflasi dan gejolak nilai kurs sepanjang tahun ini, menurutnya masih lebih baik dibandingkan situasi yang dihadapi Indonesia tahun-tahun sebelum.

Jika melihat catatan sekitar 3 tahun silam, Indonesia harus menghadapi banyak tantangan mulai dari suku bunga AS yang naik, dominasi dolar terhadap rupiah, harga minyak yang juga naik, inflasi, serta harga batu bara yang turun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas