Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aberdeen Optimis Perekonomian dan Pasar Indonesia Masih Positif

berdeen Standard Investments Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berjalan lancar.

Aberdeen Optimis Perekonomian dan Pasar Indonesia Masih Positif
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi: Karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta 

“Itu semua datang dari sentimen. Saya yakin investor itu bukan komputer, tetapi manusia yang sedang ‘wait and see’, menunggu sentimen. Contoh, kalau kamu datang ke kantor negatif, maka semua akan menjadi negatif. Padahal kita seharusnya berpikiran optimis, di saat semuanya berpikiran negatif”, kata Bharat.

Aberdeen Standard Investments Indonesia
Omar S Anwar President Director Aberdeen Standard Investments Indonesia dan Bharat Joshi, Investment Director Aberdeen Standard Investments Indonesia

Target

Dalam 4 tahun terakhir, Aberdeen Standard Investments Indonesia banyak melakukan restrukturisasi dan cukup sukses dalam melakukan turn-around dan mengoptimasi produk2 reksadana equity fund, balance fund, base income, government dan private bond sehingga terus meningkat dari sisi kinerjanya.

Dengan kondisi dalam negeri yang kondusif, serta kepemilikan tenaga profesional dalam bidang investasi yang mumpuni, perusahaan berharap bisa mengembangkan bisnisnya secara tahun ini.

“Tahun ini adalah pondasi kami di Indonesia untuk melompat lebih tinggi lagi secara organik. Dari sisi posisi dalam 2 sampai 3 tahun ke depan kami menargetkan Aberdeen Standard Investments Indonesia untuk bisa masuk dalam posisi 20 besar”, imbuh Omar yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk pada 2010 – 2012 silam.

Ia menghitung, Indonesia memiliki financial asset sebesar Rp 14.400 triliun dengan tingkat penetrasi yang masih rendah, baru sebesar 3 persen, berbanding negara lain seperti Malaysia yang sudah mencapai hampir 40 persen, ataupun Thailand. Asset tersebut masih bisa dioptimasi oleh perusahaan manajer investasi.

“Industri perbankan itu asset portfolionya lebih besar berbanding industri lain. Aset finansial di perbankan hampir 10x lebih besar dari asset finansial di asuransi, bahkan 42x lebih besar dari aset finansial Dana Pensiun. Ini yang kami pelajari tentang segmen pasar di Indonesia dan telah kami tetapkan strategi untuk mengejar targetnya,” kata Omar.

Aberdeen Standard Investments adalah perusahaan global dengan klien yang tersebar di 80 negara serta didukung oleh 50 kantor representatif. Perusahaan ini adalah pengelola aset aktif terbesar di Inggris, menduduki posisi 5 teratas manajer aset yang berkantor pusat di Eropa, dan merupakan salah satu perusahaan pengelola aset aktif terbesar di dunia yang bukan dimiliki oleh Bank.

Hal ini juga memberikan kelebihan karena Aberdeen Standard Investments Indonesia dapat mengadopsi pengalaman serta pendekatan dan penelitian investasi secara global untuk diterapkan di Indonesia.

Sasar Fintech

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas