Tribun Bisnis

Gencarnya Perjanjian Internasional Dongkrak Neraca Perdagangan

Faktor perekomian global yang tengah melambat karena momok perang dagang diakui menyulitkan langkah ekspor.

Editor: Sanusi
Gencarnya Perjanjian Internasional Dongkrak Neraca Perdagangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Faktor perekomian global yang tengah melambat karena momok perang dagang diakui menyulitkan langkah ekspor.

Namun, langkah Kementerian Perdagangan untuk terus melakukan penetrasi pasar baru dianggap sudah tepat guna tidak membuat kondisi ekspor Indonesia makin anjlok.

Gencarnya upaya pemerintah melakukan perjanjian-perjanjian baru dengan negara-negara lain setelah tahun-tahun sebelumnya tampak vakum, dinilai sebagai hal positif yang diharap bisa mendongkrak neraca perdagangan ke depan.

“Sudah tepat yang sedang diinisiasi sekarang,” ujar Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca: Bea Cukai Kudus Blusukan Kejar Produsen Rokok Ilegal

Heri melihat, dalam 2 tahun terakhir memang upaya ini gencar dilakukan Kementerian Perdagangan.
“Baru kali ini mau gencar lagi. Ini di satu sisi positif. Tapi, harus diantisipasi juga timbal baliknya,” imbuhnya, menyoal upaya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan jajarannya.

Ia mengingatkan, ada hal yang harus diantisipasi. Untuk mengantisipasi timbal balik impor yang makin deras dari adanya perjanjian dagang, harus ada penguatan manufaktur. Kalau tidak, Indonesia akan sulit bersaing dengan produk luar.

Pemilihan negara berkembang, misalnya di kawasan Amerika Latin dan Afrika, pun diapresiasi karena dianggap bisa meminimalkan risiko lesunya perdagangan dari mitra dagang besar Indonesia yang sedang terlibat perang dagang.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelastianingsih, mengakui upaya serius pemerintah terlihat dalam melakukan perluasan pasar. Walaupun masih dirasa minim pengaruhnya terhadap peningkatan ekspor. Namun, upaya pemerintah membuka akses pasar baru tetap patut diapresiasi.

“Ya itu patut diapresiasi. Harus kita hargai dong. Nggak boleh kita abaikan, karena yang namanya market diversification is a must, suatu keharusan. Diversifikasi produk pun suatu keharusan,” ujar Lana kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/6).

Lana sendiri menilai, perluasan pasar dapat menyelamatkan Indonesia dari pelemahan ekonomi dunia, terutama yang disebabkan oleh perang dagang seperti yang terjadi sekarang. Di mana, perang dagang antara Amerika dan Cina membuat ekspor Indonesia menurun.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas