Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Pengamat Soroti Ketidakhadiran Menteri BUMN Rini Soemarno saat Jokowi Sambangi PLN

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyoriti kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno

Pengamat Soroti Ketidakhadiran Menteri BUMN Rini Soemarno saat Jokowi Sambangi PLN
THE JAKARTA POST/SETO WARDHANA
Presiden Joko Widodo berjalan meninggalkan Kantor PLN ditemani Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani (kiri) usai melakukan pertemuan di kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Presiden mempertanyakan dan meminta klarifikasi manajemen PLN atas padamnya listrik secara total (blakcout) di wilayah Jabodetabek pada Minggu (4/8/2019). THE JAKARTA POST/SETO WARDHANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyoriti kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno di sektor energi dengan makin meluasnya penyeragaman harga BBM di seluruh Indonesia.

"BBM satu harga ini kan janji Pak Jokowi dan itu bisa direalisasikan. Lagipula kalau Menteri Rini dianggap tidak berhasil maka tentu saja sudah lama dicopot presiden. Faktanya kan beliau terus dipertahankan," jelasnya.

Ia mengatakan, selama kurang lebih 5 tahun terakhir menjabat, Rini telah berupaya keras untuk melakukan pembenahan pada semua BUMN termasuk PLN.

Kasus yang menimpa PLN belum lama ini menurutnya menjadi pelajaran sangat berharga terutama untuk program-program kerja pada pemerintahan baru 5 tahun mendatang.

Baca: Jokowi Larang Rini Soemarno Rombak Direksi BUMN

"Bahwa pembenahan sektor energi harus lebih diperhatikan lagi ke depan setelah kasus kemarin tentu sudah pasti. Meski masih ada langkah investigasi lanjut terkait peristiwa matinya listrik kemarin tetapi upaya pembenahan sudah pasti mutlak dilakukan," ujar Hendri.

Saat ditanya soal kehadiran langsung Presiden menemui Direktur PLN tanpa kehadiran Rini, Hendri menganggap sebagai sesuatu yang tidak perlu ditafsir terlalu jauh.

"Pertama kan sudah jelas karena beliau sedang naik haji. Lalu bagi saya Presiden sangat wajar mendatangi langsung karena ini peristiwanya besar dan sektor PLN sama seperti Pertamina adalah sektor strategis yang butuh perhatian khusus," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas