Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ratnamaya Resort Jadi Bidikan Investasi di Bali

Omnia Day Club dan Sundays Beach Club, dua klub internasional yang paling ramai dikunjungi di Bali pun terdapat di sini.

Ratnamaya Resort Jadi Bidikan Investasi di Bali
Istimewa
Pada tahap pertama, dari 12 unit yang diluncurkan pada akhir Februari lalu, saat ini sudah tinggal tersisa lima unit. 

TRIBUNNEWS.COM - Pulau Bali masih menjadi destinasi wisata paling diminati di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menyebut sepanjang tahun 2018 lalu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 5,7 juta orang.

Salah satu objek wisata paling favorit di bali adalah Kawasan Luar Pura Uluwatu. Pada saat peak season seperti libur lebaran 2019 lalu, kawasan Uluwatu dikunjungi tidak kurang dari 9.000 sampai 10.000 orang per hari.

Karena tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi, tak heran banyak berdiri sejumlah hotel dan resor berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas seperti Alila, Villas Uluwatu, Bvlgari Resort, The Edge, dan Ungasan Clifftop Resort.

Baca: MS Glow Distibusikan Tujuh Ekor Sapi dan Tiga Ekor Kambing di Idul Adha 2019

Baca: Demonstran Duduki Bandara Internasioal Hong Kong, Penerbangan Dibatalkan

Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan ke-2, Big Match Man City vs Tottenham, Chelsea vs Leicester City

Omnia Day Club dan Sundays Beach Club, dua klub internasional yang paling ramai dikunjungi di Bali pun terdapat di sini.

Hal ini lah yang menjadi alasan utama PT Nuansa Permata Bali (NPB), anak perusahaan dari Permata Graha Land (PGL) Group, membangun salah satu projek prestisius nya di Uluwatu yaitu Ratnamaya Home Resort.

Direktur NPB, Satya Adi mengakui bahwa lokasi menjadi salah satu rahasia kesuksesan penjualan Ratnamaya Home Resort. Pada tahap pertama, dari 12 unit yang diluncurkan pada akhir Februari lalu, saat ini sudah tinggal tersisa lima (5) unit saja.

“Dengan harga Rp 1,7 miliar per unit dan bisa dicicil 36 kali, para investor tidak berpikir panjang untuk membeli Ratnamaya Home Resort ini,” kata Satya. Menurut Satya, investasi property di Uluwatu masih sangat menjanjikan.

Harga sewa villa di daerah Pecatu dan Uluwatu per malamnya bisa mencapai 14 juta. Namun, untuk menyasar konsumen kelas menengah yang jumlahnya lebih banyak, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp3 jutaan per malam.

Selain itu, Minat warga negara asing (WNA) untuk membeli properti di Indonesia saat ini juga terus meningkat. Menurut Satya hal tersebut sangat wajar lantaran harga properti di Indonesia relatif lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia.

Baca: Jelang PSS Sleman vs Persela Lamongan Liga 1 2019, Seto Nurdiantoro Kagumi Nil Maizar

“Mayoritas WNA tertarik dengan properti di kawasan Jakarta, Bali dan Batam. Karena itu para pemilik villa tidak akan kesulitan jika di masa mendatang ingin menjual kembali propertinya. Apalagi di kawasan elit Uluwatu peningkatan harga properti nya sangat menjanjikan tiap tahunnya,” ujar Satya.

Saat ini di pembangunan tahap pertama, pengembang Ratnamaya Home Resort mulai melakukan pembangunan signage dan jalan fasum di lokasi. Diharapkan, dalam beberapa bulan tahap pembangunan ini sudah selesai sehingga komplek villa akan semakin nyaman dihuni. Untuk menggaet investor, PT NPB akan mengadakan acara VIP Gala Dinner pada akhir bulan Agustus nanti.

“Kami akan memberikan berbagai penawaran menarik untuk menghabiskan sisa 5 unit terakhir dari unit Tahap pertama. Tapi acara ini ekclusive bagi tamu VIP yang sudah RSVP tempat lebih dulu. Tatacara RSVP akan disampaikan melalui akun instagram @ratnamayavilla," tutur Satya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas