Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menhub Ingin Penyelenggaraan Tol Laut di NTT Dioptimalisasi

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, saat ini Program Tol Laut, Kapal Perintis, dan Kapal Ternak di NTT sudah berjalan dengan baik

Menhub Ingin Penyelenggaraan Tol Laut di NTT Dioptimalisasi
Ist
Mitra driver, Menteri Perhubungan Budi Karya (tengah), dan Abdee Negara (Slank) sedang menikmati sate sambil merayakan Hari Raya Iduladha bersama di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (11/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupayakan penyelenggaraan Program Tol Laut di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih optimal.

Hal tersebut diungkapkannya usai mendampingi kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Pelabuhan Tenau, Rabu (21/8/2019).

Baca: Ahok Blak-blakan di Kupang: Ungkap Sifat Istri, Nama Aslinya di Akta, hingga Jadi Menteri Jokowi

“Bersamaan dengan kehadiran Presiden ke Kupang, Kementerian Perhubungan memang melakukan satu evaluasi terhadap tol laut, perintis, dan kapal ternak yang ada di NTT,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, saat ini Program Tol Laut, Kapal Perintis, dan Kapal Ternak di NTT sudah berjalan dengan baik.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk Kapal Ternak, Pemerintah saat ini sudah mempunyai enam kapal yang lima diantaranya memiliki trayek Jakarta dan Kalimantan.

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan, Sampai saat ini volume muatan ternak sudah mencapai 46.000 ton dan ditargetkan untuk tahun ini mencapai 70.000 ton.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan hasil ternak dapat dikirim dalam bentuk yang telah dibekukan atau frozen.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kekosongan muatan tol laut saat balik ke Jakarta.

“Karena selama ini tol laut yang mengangkut kontainer dari Jakarta atau Surabaya dan pulangnya relatif kosong hanya ada muatan 20 – 30 persen. Kami tugaskan Pelindo III untuk buat untuk uji coba pertama dengan beberapa kontainer dengan memberikan subsidi. Kalau itu berhasil akan menjadi komersial dan kita perlahan hilangkan subsidinya. Jadi selain bisa mengisi muatan yang kosong, juga akan sangat besar sekali keuntungannya,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas