Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Luhut: Bakal Ada Pemasok Avtur Lain sebagai Pesaing Pertamina

Menurut Luhut, hadirnya kompetitor Pertamina untuk memasok avtur agar tercipta harga yang lebih kompetitif.

Luhut: Bakal Ada Pemasok Avtur Lain sebagai Pesaing Pertamina
Pertamina
Guna mendukung pemberangkatan haji dari Bandara Soekarno Hatta, PT Pertamina (Persero) menyiapkan pasokan Avtur, bahan bakar pesawat udara, hingga 21.861 KL. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bakal menghadirkan pemasok bahan bakar avtur baru yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Untuk tindak lanjut rencana besar ini, Menko Luhut menyebut akan melakukan rapat Selasa (3/12/2019) sore.

“Avtur nggak mungkin hanya satu (Pertamina). Karena cost ini ujung-ujungnya untuk efisiensi. Mengapa orang lain bisa lebih murah dari kita, orang mereka nggak punya minyak. Kalau bisa mereka impor dari kita. Ini tentu ada yang salah,” kata Luhut usai membuka Rapat Kerja Kementerian Perhubungan di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta.

Baca: Politikus Gerindra Minta Erick Thohir Selidiki Keterlibatan Luhut Panjaitan dalam Konflik BUMN

Baca: Pengamat Energi: Tidak Benar Jika Avtur Pertamina Mahal

“Sekarang melalui Kementerian Perhubungan kita perbaiki, kita lihat paling tidak operatornya ada dua, jangan hanya satu. Jangan sampai dimonopoli, di manapun monopoli tidak bagus,” sambungnya.

Luhut pun meyakini bahwa operator pemasok avtur sudah antre untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Luhut, hadirnya kompetitor Pertamina untuk memasok avtur agar tercipta harga yang lebih kompetitif.

“Orang berebutan kok mau masuk tinggal nanti Kementerian Perhubungan yang menentukan mana yang memenuhi standar penerbangan kita,” tambah Luhut.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah melakukan rapat tiga kali dengan pihak kementerian terkait rencana menghadirkan operator avtur yang baru.

Budi Karya mengaku telah bertemu dengan perwakilan dari Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM sebagai langkah nyata sehingga membuat industri aviasi dapat melayani tarif terjangkau.

“Ujungnya adalah kita ingin industri aviasi tambah baik, artinya mereka eksi tetapi tetap untung tidak rugi,” papar Budi Karya.

Mantan Dirut Angkasa Pura II ini tak menampik bahwa avtur adalah faktor paling penting untuk keberlangsungan bisnis maskapai penerbangan nasional.

Satu di antara yang menjadi prioritas dalam rencana operator avtur baru yakni menjangkau Indonesia bagian timur.

“Kita akan lakukan rebalancing harga di Indonesia bagian timur. Kedua kita Pertamina mereview structure cost mereka sehingga ada efisiensi. Ketiga crude oil kita itu mahal. Keempat kita ingin Menteri Keuangan kalau bisa PPN avtur di Indonesia bagian timur itu lebih murah,” tegas Budi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas