Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Bakal Punya Pasar Ikan Berskala Internasional

Likupang ideal menjadi pasar ikan internasional karena memiliki latarbelakang industri perikanan, dan budidaya.

Indonesia Bakal Punya Pasar Ikan Berskala Internasional
Reynas Abdila
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa berjabat tangan dengan Menteri KKP Edhy Prabowo dalam rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/12/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berupaya untuk menghadirkan pasar ikan berskala internasional.

Hal itu dituturkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa dalam rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Ketua Umum PPP itu membandingkan negara tetangga Filipina yang juga negara kepulauan saja memiliki General Santos .

"Kita harus mulai Internasional Fish Market. Usulan saya lokasinya di Likupang (Sulawesi Utara, red) " ujar Suharso.

Menurutnya, Likupang ideal menjadi pasar ikan internasional karena memiliki latarbelakang industri perikanan, dan budidaya.

“Wilayah Sulawesi ini setidaknya ada tuna sebagai komoditas unggulan. Adanya internasional fish market nanti akan memudahkan tuna-tuna dipasarkan di dalam negeri dan membangkitkan kembali industri perikanan Indonesia," ujarnya.

Suharso menegaskan sektor kelautan dan perikanan dalam perhitungan Bappenas berpotensi menyumbang 100-160 miliar dollar AS atau 8-11 persen GDP.

Bak gayung bersambut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyikapi rencana besar Menteri PPN.

“Setelah disampaikan (internasional) fish market, itu saya harus lanjutkan, itu perintah untuk saya. Sesuai perintah Presiden bahwa harus ada infrastruktur yang menyambut, termasuk ke kawasan perikanan. Di dalam program Kementerian PUPR, akan kami sinkronkan, kalau terlalu banyak programnya nanti saya kurangi,” ucap Basuki.

Sementara itu, Menteri KKP Edhy Prabowo mengaku sejalan dengan pemikiran rekan kerjanya, persoalan infrastruktur di darat sangatlah penting untuk muara dari para nelayan.

Edhy mengatakan infrastruktur harus dirasakan oleh masyarakat utamanya nelayan.

“Selain international fish market akses jalan juga perlu disiapkan tidak perlu besar, tidak harus aspal yang tebal tetapi setidaknya aspal itu bisa dilalui kendaraan pick up. Sehingga pasar ikan di daerah ini bisa dijangkau,” ucapnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas