Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Badan Wakaf Indonesia Terima Penyerahan Wakaf Hak Paten Konstruksi Sarang Laba-laba Tahan Gempa

Selanjutnya, hak paten ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan konstruksi properti yang didanai dari dana wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia

Badan Wakaf Indonesia Terima Penyerahan Wakaf Hak Paten Konstruksi Sarang Laba-laba Tahan Gempa
IST
Serah terima wakaf berupa hak paten konstruksi sarang laba-laba untuk bangunan tahan gempa dari PT Katama Suryabumi kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, Jumat (11/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menerima penyerahan wakaf berupa hak paten konstruksi sarang laba-laba dari PT Katama Suryabumi, Jumat (13/12/2019), sebagai rangkaian dari acara Rakornas Badan Wakaf Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta pada 10-12 Desember 2019 dan dibuka Wapres Maruf Amin.

Selanjutnya, hak paten ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan konstruksi properti yang didanai dari dana wakaf.

Hak paten yang diwakafkan ke BWI pada Jumat kemarin adalah Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) sebagai Pondasi Ramah Gempa oleh PT Katama Suryabumi dan diterima oleh Ketua BWI Profesor Dr Ir Mohammad Nuh DEA.

Ketua BWI Mohammad Nuh di sela acara penyerahan wakaf paten konstruksi sarang laba-laba di Jakarta, mengatakan, wakaf semacam ini merupakan bentuk lain dari beragam wakaf yang bisa diserahkan masyarakat ke BWI.

Hal ini mengingat selama ini di sebagian masyarakat masih ada anggapan bahwa wakaf hanya berupa aset benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, serta hanya bisa diwakafkan untuk pembangunan masjid, musholla dan sebagainya.

"Padahal, kepemilikan paten pun bisa diwakafkan dengan akad yang jelas," ungkap mantan Menteri Pendidikan ini.

Dengan makin berkembangnya pemahaman tentang aset yang bisa diwakafkan di masyarakat, ke depan potensi penerimaan wakaf akan bisa semakin ditingkatkan demi pemanfaatannya untuk kepentingan umat.

Dalam akad penyerahan wakaf hak paten KSLL ke BWI, Presdir PT Katama Suryabumi Kris Suyanto menyatakan, hak paten yang diwakafkan adalah 70 persen dari setiap biaya pemakaian SKLL yang digunakan untuk membiayai pembangunan proyek-proyek wakaf.

Sisanya, sebanyak 30 persen dialokasikan untuk membiayai kegiatan pendampingan.

Kris Suyanto menyatakan pihaknya terpanggil mewakafkan hak paten SKLL ini karena Indonesia berada di wilayah rawan gempa. Karenanya, gedung-gedung baru yang dibangun di Indonesia konstruksinya harus tahan terhadap ancaman gempa.

Terkait dengan alokasi 30 persen untuk membiayai pendampingan, tidak termasuk dalam wakaf, Kris menyatakan hal tersebut diperlukan agar ada asistensi teknis demi memastikan tidak terjadi kesalahan dalam desain dan penggunaan KSLL.

Rekomendasi Rakornas

Rakornas Wakaf Indonesia yang berlangsung di Jakarta menghasilkan 12 rekomendasi. Diantaranya, upaya meningkatkan literasi wakaf melalui berbagai program inovatif, seperti program wakaf to campus/ school, memasukkan materi wakaf ke dalam kurikulum pendidikan agama dan tema khotbah.

Rekomendasi lainnya adalah membangun sistem informasi wakaf nasional yang terintegrasi dan mudah diakses oleh publik. Ketiga, memanfaatkan teknologi informasi dan perkembangan pasar keuangan seperti fintech, crowdfund, blockchain) dalam penghimpunan wakaf.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas