Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tahun Depan, Pabrik Elektronik di Indonesia Ramai-ramai Ekspor ke Amerika

Kementerian Perindustrian mendorong industri elektronik di dalam negeri agar bisa mengambil peluang ekspor ke pasar Amerika Serikat.

Tahun Depan, Pabrik Elektronik di Indonesia Ramai-ramai Ekspor ke Amerika
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Model berpose disamping mesin cuci LG front loading artificial intelligence Direct Drive (AI DD), saat peluncuran di Jakarta, Selasa (10/12/2019). Mesin cuci LG AI DD tersebut ingin fokus pada perlindungan kesehatan dan higienitas saat mencuci pakaian. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong industri elektronik di dalam negeri agar bisa mengambil peluang ekspor ke pasar Amerika Serikat.

Di tengah perang dagang yang masih berlanjut dengan China, langkah strategis ini diharapkan mampu memperbaiki defisit neraca perdagangan sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Apalagi, berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0, industri elektronik merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan agar lebih berdaya saing global, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Janu mengungkapkan, sejumlah pelaku industri elektronik nasional telah mengekspor produknya ke Amerika Serikat, nilainya hingga kuartal III 2019 diproyeksi menembus 1 miliar dolar AS.

Baca: Dorong Industri Hijau, 4 Produsen Pupuk Raih Penghargaan Kemenperin

Capaian tersebut, lanjutnya, mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Paling baru adalah ekspor CCTV, pabriknya ada di Tangerang. Selain itu, produk air purifier juga sudah diekspor, dan tahun depan akan ada ekspor vacuum cleaner," ujarnya.

Ia mengemukakan, ekspor ke pasar Paman Sam tersebut, masih cukup prospektif khususnya untuk produk berteknologi tinggi untuk memperluas ke pasar-pasar nontradisional.

Janu pun mengaku optimistis, hingga akhir tahun 2019, industri elektronik dapat terus mengerek nilai ekspornya, sebab sejumlah perusahaan industri elektronika di Batam, seperti PT Satnusa Persada Tbk (PTSN) dan PT Pegatron Technology Indonesia, baru-baru ini mendapatkan kontrak baru untuk memasok produknya ke Amerika Serikat.

“Peluangnya masih terbuka karena berkurangnya pasokan produk elektronika dari China ke Amerika Serikat. Bahkan, LG Electronics Indonesia, juga berencana untuk memasok AC portable ke Amerika Serikat dalam jumlah yang besar," tutur Janu.

Lebih lanjut, Janu menegaskan, pemerintah juga fokus mendorong industri elektronik di dalam negeri agar tidak hanya terkonsentrasi pada perakitan, tetapi juga terlibat dalam lingkaran rantai pasok bernilai tambah tinggi.

Sepanjang tahun 2018, nilai investasi industri elektronik menyentuh angka Rp 12,86 triliun, naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp 7,81 triliun.

“Tahun ini, ada beberapa yang akan investasi, misalnya LG mau tambah 100 juta dolar AS lebih,” pungkasnya.

Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas