Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Pengamat Asuransi: Produk JS Saving Plan Mengelabui Masyarakat

Pengamat Asuransi Kapler Marpaung menilai produk asuransi JS Plan terindikasi mengelabui/menggiring masyarakat untuk tertarik membelinya.

Pengamat Asuransi: Produk JS Saving Plan Mengelabui Masyarakat
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Motor Harley Davidson milik eks Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Asuransi Kapler Marpaung menilai produk asuransi JS Plan terindikasi mengelabui/menggiring masyarakat untuk tertarik membelinya.

Sejak awal kemunculan JS Saving Plan tak pernah disetujui Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Produk PT Asuransi Jiwasraya yang diizinkan Bapepam-LK pada 2012 bernama JS Protection Plan.

Nama JS Protection Plan saat dipasarkan kemudian berubah namanya menjadi JS Saving Plan.

"Kalau JS Protection Plan ini bisa masuk jenis asuransi jiwa. Tapi kalau saving masyarakat bisa tergiur karena menafsirkan produk ini seolah tabungan," kata Kapler dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari berada di kendaraannya usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Irawan Gunari diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari berada di kendaraannya usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Irawan Gunari diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca: Mulai Cium Bau Busuk pada 2017, Nasabah Langsung Tarik Investasi di Jiwasraya

Baca: Masalah Jiwasraya Sejak 2006, Lalu Muncul Bom Waktu Bernama JS Saving Plan

Kapler menjelaskan bagaimana bisa sebuah perusahaan asuransi menempatkan aset 75 persennya saving dan 25 persen protection.

"Ini sudah terjadi penggiringan masyarakat dikelabui, dibikin namanya sedemikian rupa supaya produk menarik," ucapnya.

JS Saving plan merupakan produk asuransi jiwa sekaligus investasi yang ditawarkan melalui perbankan atau bancassurance.

Berbeda dengan produk asuransi unit link yang risiko investasinya ditanggung pemegang polis, JS Saving merupakan investasi non unit link yang risikonya sepenuhnya ditanggung perusahaan asuransi.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas