Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Harga Gas Industri, DPR Tegaskan Pentingnya Mekanisme Kontrol

Ridwan Hisjam meminta pemerintah membuat mekanisme kontrol terkait rencana penurunan harga gas bumi ke sektor industri

Polemik Harga Gas Industri, DPR Tegaskan Pentingnya Mekanisme Kontrol
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam meminta pemerintah membuat mekanisme kontrol terkait rencana penurunan harga gas bumi ke sektor industri seperti tercantum dalam Perpres 40 tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi.

Itu dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana nilai tambah dan kontribusi sektor industri penerima harga gas bumi tertentu terhadap perekonomian nasional.

Menurut politisi Golkar itu, mekanisme kontrol dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah apakah akan meneruskan kebijakan ini atau tidak.

Baca: Audiensi Dengan KPI, Maruf Amin Minta Dai Bersertifikasi Terlibat Dalam Siaran Saat Ramadan

Baca: Bobol Minimarket, Maling di Lampura Hanya Curi Minyak Kayu Putih, Uangnya Masih Utuh

"Pelaksanaan Perpres No 40 tahun 2016 untuk melakukan penyesuaian harga gas bumi untuk industri tertentu harus dilakukan setelah adanya skema yang pasti mengenai dampak positif ke terhadap ekonomi nasional,” kata Ridwan, Selasa (18/02/2020).

Ia menilai Perpres 40 tahun 2016 memiliki tujuan agar industri dapat memberikan nilai tambah untuk mendorong perekonomian nasional.

Jika pemerintah ingin kembali menerbitkan Permen ESDM untuk menetapkan harga gas bumi tertentu kepada industri sesuai ketentuan, harus mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.

“Karena pengurangan penerimaan bagian negara dari hulu yang tidak disertai pemulihan berupa nilai tambah yang diberikan industri, justru akan membuat defisit APBN semakin besar,” ucap Ridwan.

"Selain itu pemberian subsidi harga gas ini juga harus diikuti dengan peningkatan pajak oleh sektor industri penerima subsidi," tambahnya.

Sejatinya harga jual gas industri yang berlaku saat ini masih jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan BBM seperti HSD dan MFO.

Berdasarkan data per 20 Januari 2020 harga gas industri berkisar 8,87 dolar AS per MMBTU.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas