Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Bikin Terobosan Solusi Selamatkan Industri Baja Nasional

Menata kembali keran impor menurutnya, bukan saja menolong industri tapi juga menekan defisit transaksi berjalan.

Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Bikin Terobosan Solusi Selamatkan Industri Baja Nasional
TRIBUN/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli saat berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019) lalu. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengingatkan pemerintah untuk segera membuat terobosan dalam mengatasi persoalan industri baja nasional yang memicu melebarnya defisit transaksi berjalan akibat impor baja yang begitu besar.

Mantan anggota tim panel ekonomi PBB itu memberikan beberapa solusi dalam permasalahan tersebut. Pekan lalu, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinan atas besarnya impor baja yang masuk ke Indonesia.
Baja, kata Jokowi, masuk urutan ketiga terbesar dalam daftar impor.

Besarnya jumlah impor baja itu tidak bisa dibiarkan sebab disamping merugikan industri baja nasional, juga memicu defisit transaksi berjalan.

Baca: Mahfud MD Tolak Ungkapan Rizal Ramli soal Perlu Akhlak dan Ilmu untuk Kelola BUMN, Ini Alasannya

"Ini tentu saja menjadi salah satu sumber utama defisit. Defisit transaksi berjalan kita. Apalagi baja impor tersebut, kita sudah bisa produksi di dalam negeri," kata Presiden diungkap Rizal Ramli.

Satu setengah tahun silam, 6 Oktober 2018 lalu, Rizal Ramli sudah memberi peringatan. Lonjakan impor baja, kata Rizal, tidak saja membuat defisit transaksi berjalan kian melebar, tapi juga menyulitkan usaha industri baja nasional.

Jika sudah sulit, kenaikan pengangguran serta masalah sosial yang mengikutinya, tinggal menunggu giliran. Karena itu, kata Rizal, harus ada terobosan yang memadai.

Baca: Rizal Ramli Sebut Kerja Pemerintah Pas-pasan, Ini Respon Emil Salim dan Lihat Ekspresi Erick Thohir

Mantan Menteri Kordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu mengusulkan sejumlah langkah yang bisa ditempuh tim ekonomi pemerintah. "Pertama, memanfaatkan kedekatan kita dengan China, dengan melobi pemimpin negara itu. Poin kita jelas. Kurangi ekspor baja mereka ke sini," katanya.

"Dan perlu disampaikan secara tegas bahwa kalau ekonomi Indonesia sempoyongan, mereka akan getah juga. Dan jika cara negosiasi itu seperti memukul angin alias sia-sia belaka, harus pikirkan cara lain yang lebih bergigi," ujar Rizal Ramli, Kamis (20/2/2020).

Selain itu, Rizal menyarankan, pemerintah harus menerapkan kebijakan anti dumping. Rizal mengusulkan agar Indonesia menetapkan tarif bea masuk 25% untuk impor baja dan segala turunannya.

Langkah itu menurutnya beralasan, lantaran di negeri asalnya, para importir baja mendapat keringanan pajak. Mereka bahkan sudah mendapat tax rebate 10 % dari pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas