Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Skema Impor Pangan Diusulkan Diubah dari Sistem Kuota ke Sistem Tarif

Said Abdullah meminta pemerintah mengubah skema impor pangan dari system kuota menjadi impor dengan model pengenaan tarif.

Skema Impor Pangan Diusulkan Diubah dari Sistem Kuota ke Sistem Tarif
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah meminta pemerintah mengubah skema impor pangan dari system kuota menjadi impor dengan model pengenaan tarif.

Pasalnya, kebijakan impor dengan system kuota syarat dengan upaya memburu rente para pejabat.

Sedangkan, dengan model pengenaan tarif, Negara lebih banyak untungnya.

Bahkan kebijakan tarif tidak memungkinkan adanya selisih harga yang tinggi antara Negara asal impor dan dalam negeri, sehingga meminimalisir praktik suap.

“Para pelaku impor juga lebih terbuka, karena memungkinkan banyak pihak jadi importir, sebab asal bisa memenuhi pembayaran tarif dan keekonomian barang didalam negeri masih memungkinkan,” ujar Said di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, kebijakan tarif impor secara internasional meminimalisir perselisihan di meja World Trade Organization (WTO) asal pengenaan kebijakan tariff transparan dan mengacu pada ketentuan Undang-Undang No 7 tahun 1994 tentang pengesahan persetujuan WTO.

“Konsekuensinya, Indonesia terikat dengan kesepakatan-kesepakatan dalam WTO,” imbuhnya.

Baca: Kepala BKP Kementan Minta Para Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pantau Stok dan Harga Pangan

Dia mengaku, kebijakan impor lumrah dalam interaksi perdagangan antar negara.

Namun dalam kebijakan impor yang ditujukan menyeimbangkan supply and demand justru berubah menjadi ruang berburu rente, permainan kartel dan perselisihan internasional.

Bahkan dalam prinsip perdagangan bebas (free trade), kuota impor dianggap sebagai kebijakan haram.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas