Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ekonom: Pemerintah Pilih-pilih Soal Relaksasi PPh 21, Jangan Cuma untuk Sektor Manufaktur

Pemberian relaksasi PPh 21 yang hanya diberikan ke industri manufaktur dianggap tidak berpihak pada sektor lainnya yang juga turut terdampak.

Ekonom: Pemerintah Pilih-pilih Soal Relaksasi PPh 21, Jangan Cuma untuk Sektor Manufaktur
Gita Irawan/Tribunnews.com
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Stimulus ekonomi tahap I yang diberikan Pemerintah kepada dunia usaha berupa relaksasi pengenaan pajak penghasilan (pph) untuk karyawan industri pengolahan (manufaktur) atau PPh 21 yang kini ditanggung pemerintah dinilai bukan cara yang bijak.

PPh 21 yang diberikan selama 6 bulan itu memang menjadi satu dari empat alternatif kebijakan stimulus fiskal dalam mengantisipasi dampak dari penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun pemberian relaksasi PPh 21 yang hanya diberikan ke industri manufaktur dianggap tidak berpihak pada sektor lainnya yang juga turut terdampak virus corona.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan masih banyak sektor lain yang tidak tersentuh relaksasi pph 21 seperti pariwisata hingga pertanian.

Baca: Maaf, IIMS 2020 Harus Ditunda karena Virus Corona

"Terkait dengan pph 21 yang hanya diberikan ke sektor industri manufaktur selama 6 bulan, padahal tidak hanya industri yang terkena dampak corona tapi juga sektor lain seperti pariwisata, perdagangan, logistik, hingga pertanian," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Senin (16/3/2020).

Baca: Corona Makin Meluas, Gaikindo Tunda Penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2020

Ia pun mempertanyakan alasan dibalik pemberian relaksasi pph 21 yang hanya menyasar pada industri manufaktur saja.

Baca: Utang Luar Negeri Pemerintah Melonjak di Januari 2020, Didominasi Surat Utang

"Kenapa yang diberikan hanya ke pekerja industri? Sebaiknya pemerintah merevisi lagi bonus pph 21 diberikan ke semua sektor terdampak," jelas Bhima.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya melakukan pemerataan relaksasi pph 21 ke seluruh sektor terdampak.

Penerapannya pun bisa dikurangi menjadi 3 bulan, kendati demikian, ia menilai hal itu lebiu efektif karena merata pada semua sektor yang terkena imbas wabah corona ini.

"Meskipun hanya berlaku 3 bulan, itu jauh lebih efektif," kata Bhima.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas