Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pusat Perbelanjaan, Restoran Hingga Wedding Organizer Sepi Terdampak Covid-19

Selain pusat perbelanjaan dan restoran, bisnis penyelenggaraan pesta pernikahan atau wedding organizer (WO) juga sepi order.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pusat Perbelanjaan, Restoran Hingga Wedding Organizer Sepi Terdampak Covid-19
Wartakota/Nur Ichsan
Suasana lengang dar tidak ramai seperti biasanya pada pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (3/4/2020). Suasana tersebut imbas dari wabah Covid-19 yang membuat orang menghindari tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan maupun mal. (Wartakota/Nu Ichsan) 

Namun, di tengah isu virus corona, bukan hanya mal yang sepi pengunjung, tapi juga setiap toko di dalamnya.

Restoran tempat Nina berjaga, sekarang ini hanya dikunjungi kurang dari 100 orang per hari.

"Biasanya bisa penuh mas bangku-bangku yang ada. Tapi semenjak Corona, jadi sepi. Per hari mungkin di bawah 100 orang yang datang. Itu saja kebanyakan ojek online yang datang," Nina menjelaskan.

Berdasarkan pengamatan Tribun, restoran makanan cepat saji tempat Nina berjaga sore kemarin sangat sepi pengunjung. Terlihat, hanya ada 12 pengunjung yang menempati tempat duduk yang tersedia.

Suasana lengang dar tidak ramai seperti biasanya pada pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (3/4/2020). Suasana tersebut imbas dari wabah Covid-19 yang membuat orang menghindari tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan maupun mal. (Wartakota/Nu Ichsan)
Suasana lengang dar tidak ramai seperti biasanya pada pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (3/4/2020). Suasana tersebut imbas dari wabah Covid-19 yang membuat orang menghindari tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan maupun mal. (Wartakota/Nu Ichsan) (Wartakota/Nur Ichsan)

Empat dari 12 pengunjung pun merupakan driver ojek online (ojol) yang nampaknya membelikan pesanan pelanggannya sebagaimana dikatakan Nina.

Nina mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui alasan mengapa restoran makanan cepat saji tempatnya bekerja tidak memutuskan untuk menutup di tengah imbauan physical distancing pemerintah.

Menurutnya buka atau tidak sama saja dampaknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Imbas dari kebijakan physical distancing membuat restoran tempatnya bekerja merugi, atau setidaknya mengalami penurunan signifikan di sektor pemasukan karena masyarakat tidak lagi ke mal.

Baca: Hingga Sabtu 4 April 2020, 24 Orang Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona di Bekasi

"Sekarang ini masyarakat tidak boleh berkumpul, jadi ya sama saja. Sepi orang ke sini (mal), tempat kita juga sepi," katanya.

Namun, Nina mengaku maklum apabila tempatnya bekerja tetap buka.

Sebagai restoran, khususnya penyedia makanan, tentunya harus buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melakukan Work From Home (WFH).

Petugas dari TNI sedang mendata kendaraan keluar masuk Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020). Jumlah pasien terkait wabah virus corona (Covid-19) yang dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet masih terus bertambah. Hingga saat ini ada 453 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas dari TNI sedang mendata kendaraan keluar masuk Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020). Jumlah pasien terkait wabah virus corona (Covid-19) yang dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet masih terus bertambah. Hingga saat ini ada 453 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Bukan merasa takut, Nina dan teman-temannya di restoran makanan cepat saji tempatnya bekerja mengaku justru lebih bersemangat menyuarakan agar masyarakat bekerja di rumah.

Ia pribadi sebenarnya tidak takut pada virus corona.

"Kalau dibilang takut tidak sama covid ini sebenarnya saya pribadi biasa saja. Soal WFH, saya yang masih kerja jadi lebih bersemangat untuk bilang supaya orang-orang di rumah saja, pesan di kami online bisa. Kami akan antar," kata Nina.

Baca: Ombudsman Sebut Pencopotan Kompol Fahrul Sudah Tepat

Sejumlah petugas keamanan yang berjaga pun nampak mulai bersiap-siap untuk pulang atau berganti shift dengan yang lainnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas