Pusat Perbelanjaan, Restoran Hingga Wedding Organizer Sepi Terdampak Covid-19
Selain pusat perbelanjaan dan restoran, bisnis penyelenggaraan pesta pernikahan atau wedding organizer (WO) juga sepi order.
Editor:
Dewi Agustina
Pekerja di toko-toko yang masih beroperasi, terlihat lesu menanti pelanggan yang nampaknya tak akan ada lagi.
Bisnis penyelenggaraan pesta pernikahan atau wedding organizer (WO) juga sepi order.
Sudah dua pekan mandek tidak menggelar pesta akibat pademi virus corona atau covid-19.
Salma Mandiri Catering Service misalnya, harus meratapi keadaan buruk ini sejak 25 Maret 2020 lantaran tidak ada lagi orderan masuk untuk kegiatan pernikahan.
Kondisi masih terus berlangsung hingga sekarang.
"Ada 30 calon pengantin mengubah jadwal pernikahannya, dan dua di antaranya juga memilih batal. Yang batal ini masih jauh tanggal pernikahannya," kata Gofur bagian pemasaran Salma Mandiri Catering Service.
Gofur enggan menjelaskan detil kerugian akibat sejumlah jadwal pernikahan yang harus diundur.
Baca: Pemprov DKI Perpanjang Masa Tutup Tempat Pariwisata, Salon Kecantikan dan GOR Masuk Daftar
Menurutnya, yang terberat adalah sewa gedung karena biasanya pihak WO memberikan paket.
Sementara, untuk mencari tanggal lain bukan hal mudah.
"Kerugiannya buat kami cukup besar. Jadi yang ada kami keluar biaya tambahan lagi mengatur tanggal baru," papar Gofur.
Kondisi ini juga membuat sejumlah karyawan yang biasanya padat dengan agenda akhir pekan mulai dari memasak, mendekorasi, hingga bagian dokumentasi terpaksa dirumahkan.
Prediksinya, Juni 2020 aktivitas pernikahan baru bisa terlaksana kembali karena sebentar lagi akan masuk bulan puasa.
Gofur berharap agar pemerintah juga bisa memberikan insentif bagi pelaku industri pernikahan sebab tidak sedikit pengantin yang batal/mengganti jadwal resepsinya.
"Yang bisa kami lakukan sekarang menunggu arahan dari pemerintah. Akan lebih baik ada bantuan karena kami juga mengalami kerugian," ujarnya. (tribun network/nas/gnk)
Baca tanpa iklan