Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kartu Pra Kerja

Sri Mulyani: Tidak Semua Biaya Pelatihan Kartu Prakerja Rp 1 Juta Terpakai

Sri Mulyani menyampaikan, peserta Kartu Prakerja akan dapat insentif uang tunai Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan dan biaya pelatihan Rp 1 juta.

Sri Mulyani: Tidak Semua Biaya Pelatihan Kartu Prakerja Rp 1 Juta Terpakai
Facebook Menkeu Sri Mulyani
Menteri Keuangan kerja dari rumah di tengah merebaknya wabah corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, desain dari Kartu Prakerja saat ini dimodifikasi untuk bantuan sosial guna menopang kehidupan masyarakat terdampak corona atau Covid-19.

Sri Mulyani menyampaikan, peserta Kartu Prakerja akan dapat insentif uang tunai Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan dan biaya pelatihan Rp 1 juta.

Untuk biaya pelatihan itu, ia menjawab kritik publik bahwa tidak semua peserta memakainya hingga senilai Rp 1 juta, bahkan ada yang cuma Rp 100 ribu.

Baca: Foto Seragam Pramugari untuk Pelindung Selama Pandemi Covid-19

Baca: Seekor Anjing Selamatkan Bayi yang Ditelantarkan Orangtuanya di Belakang Rumah Kosong

"Kita sudah lihat dari yang batch pertama, ada yang pakai tidak lebih dari Rp 100.000, ada yang Rp 200.000, ada yang Rp 500.000. Jadi, pemerintah pasti akan memperbaiki terus karena ini bagus, ini adalah suatu program baru," ujarnya saat live Instagram bersama Reza Rahadian, Jumat (1/5/2020).

Menurutnya, program itu sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia supaya skill-nya meningkat.

Namun, lanjut Sri Mulyani, karena adanya pandemi corona atau Covid-19 maka pemerintah modifikasi Kartu Prakerja menjadi bantalan sosial.

Baca: Sri Mulyani Lapor Rancangan APBN 2021 ke DPR Pekan Depan

"Kita tidak boleh menyerah, ikhtiar kita untuk menciptakan suatu program agar masyarakat itu bisa mendapatkan akses secara mudah dan memperbaiki sistem pelatihan yang selama ini sudah ada. Itu kan kayak begitu," katanya.

Eks direktur pelaksana Bank Dunia inipun mengapresiasi kritik yang ada di publik terkait Kartu Prakerja ini sebagai bahan evaluasi kedepan.

"Jadi, kritik-kritik itu bagus karena kemudian kita tahu kalau bolongnya disini toh. Lalu, pemerintah itu bukannya seperti makhluk yang tidak dengar kritik sosial seperti ini, kita evaluasi terus," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas