Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Manulife Optimistis Jaga Pertumbuhan Kinerja di Tengah Pandemi Covid-19

Di awal 2020, industri asuransi jiwa mendapatkan tantangan yang kian berat akibat pandemi Covid-19.

Manulife Optimistis Jaga Pertumbuhan Kinerja di Tengah Pandemi Covid-19
HANDOUT
Warga berjalan di depan kantor pusat Asuransi Manulife di Jln Sudirman, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Di tengah pelemahan pasar global, bisnis Manulife tetap tumbuh, dengan total asset kelolaan di tahun 2019 naik 9% atau Rp72 triliun dari tahun 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melemahnya pasar global membuat ekonomi Indonesia tahun 2019 hanya tumbuh 5,02 persen.

Melemah tipis dibanding 2018 yakni 5,17 persen. Imbasnya, kinerja industri asuransi jiwa 2019 juga mengalami stagnasi.

Di awal 2020, industri asuransi jiwa mendapatkan tantangan yang kian berat akibat pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, pertumbuhan industri asuransi jiwa pada Maret 2019 terkoreksi minus 13,8 persen year on year, lebih rendah dari data Desember 2019 yakni minus 0,38 persen.

Kendati demikian, Manulife Indonesia membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 12,7 triliun atau naik 11,4 persen dari tahun 2018.

Sedangkan, pendapatan bersih investasi 2019 tercatat sebesar Rp 3,1 triliun atau lebih tinggi dibandingkan 2018 yang sebesar Rp 1 triliun.

Baca: Penerbangan Batik Air Jakarta-Bali Stop Sementara karena Dihukum Kemenhub

"Di tengah tantangan yang dihadapi pada tahun 2019, Manulife Indonesia tetap mencatat imbal hasil investasi yang sehat. Hal ini menunjukkan keunggulan dari keragaman bisnis Manulife," ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca: Yakin Dapat Obati Covid-19, Donald Trump Minum Obat Malaria Setiap Hari

Dikatakan, posisi keuangan yang solid menunjukkan kekuatan kunci atas distribusi perseroan yang beragam, dukungan tim agency yang berkualitas tinggi, kemitraan distribusi yang mapan, serta bisnis dana pensiun dan manajemen aset yang kuat. Karena itu, pihaknya optimistis tetap melayani nasabah dengan optimal.

Baca: Menu Opor dan Rendang Tidak Baik Dipanaskan Berulang Kali, Ini Efek Buruknya Buat Kesehatan

Sebagaimana diketahui, pada akhir 2019 ekuitas Manulife tercatat tumbuh sebesar 25 persen menjadi Rp 14,4 triliun.

Jumlah premi bisnis baru di tahun 2019 tumbuh sebesar 7 persen dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 3,8 triliun. Bahkan, penjualan produk investasi melonjak 20 persen menjadi Rp 2 triliun.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas