Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilik Mal Terbesar di Inggris Bangkrut Saat Krisis Corona Menghantam Bisnis Global

Intu yang memiliki 9 dari 20 pusat perbelanjaan terbesar di Inggris saat ini mempekerjakan 2.500 orang.

Pemilik Mal Terbesar di Inggris Bangkrut Saat Krisis Corona Menghantam Bisnis Global
WIKIMEDIA
The Intu Trafford Centre di Kota Manchester, Inggris. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Inggris, Intu, telah mengalami kebangkrutan setelah gagal melakukan perundingan dengan para pemberi pinjaman pada Jumat lalu.

Kendati demikian, manajemen Intu, yang memiliki mal Lakeside raksasa di Essex, pusat perbelanjaan Merry Hill di West Midlands dan Trafford Centre di Manchester mengatakan bahwa mal-mal itu akan terus beroperasi.

Seperti yang disampaikan perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat lalu.

"Diskusi telah berlanjut dengan kreditor Intu Group sehubungan dengan ketentuan perjanjian berbasis kredit macet. Sayangnya ini tidak sesuai," kata manajemen Intu.

Baca: Dibatasi Hanya 50 Persen, Begini Pengelola Mal Hitung Jumlah Pengunjung

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (29/6/2020), Intu yang memiliki 9 dari 20 pusat perbelanjaan terbesar di Inggris saat ini mempekerjakan 2.500 orang.

Namun perusahaan ini telah memecat enam dari sepuluh karyawan pada mal-mal yang mereka miliki.

Selain itu juga merumahkan 20 persen dari staf kantor pusatnya.

Baca: Pengunjung Harus Patuhi Protokol Kesehatan Ini saat Kunjungi Pusat Perbelanjaan atau Mal

Grup yang juga memiliki dua pusat perbelanjaan di Spanyol ini kini memang tengah mengalami masalah keuangan, bahkan sebelum krisis virus corona (Covid-19) melanda.

Beberapa tenant terbesarnya seperti Debenhams, House of Fraser dan Topshop telah menutup outlet mereka dan menuntut diterapkannya potongan harga.

Hal itu karena brand-brand ini juga tengah berjuang untuk bersaing dengan para pebisnis online.

Perlu diketahui, Intu yang didirikan pada tahun 1980 dengan nama yang berbeda ini telah memiliki utang lebih dari 4,5 miliar poundsterling.

Perusahaan ini memiliki banyak mal perbelanjaan terbesar di Inggris, termasuk Trafford Centre di Manchester dan Metro Centre di Tyneside.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas