Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

ILO Ingatkan Ketidakpastian Pemulihan Pasar Kerja di Masa Pandemi Covid-19

Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder menegaskan pentingnya menggandakan usaha jika ingin keluar dari krisis ini ke kondisi yang lebih baik

ILO Ingatkan Ketidakpastian Pemulihan Pasar Kerja di Masa Pandemi Covid-19
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Sejumlah petugas memperbaiki pipa transmisi air baku PDAM Tirtawening Kota Bandung yang pecah di dalam valve chamber di lokasi NRVS 1 Dayeuhkolot Jembatan Citarum, Kampung Kaum, RT 01 RW 09, Kelurahan/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pipa transmisi Cisangkuy yang mengalami pecah pada Minggu (28/6) pukul 08.00 WIB, yaitu cast iron dan steel berdiameter 900 mm. Akibatnya debit produksi aliran air hilang sebanyak 700 liter per detik sehingga berdampak pada pelayanan kepada pelanggan di sejumlah wilayah di Kota Bandung. Namun hal tersebut dapat diantisipasi sebagian dari Intake Dago Bengkok dan Intake Sabuga sehingga kekurangan air baku mencapai 400 liter per detik. Pekerjaan perbaikan ini diperkirakan akan memakan waktu 3 hari. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyampaikan jumlah jam kerja yang hilang di seluruh dunia pada pertengahan pertama tahun 2020 secara signifikan memburuk dari perkiraan sebelumnya.

ILO mengingatkan, ketidakpastian pemulihan pasar kerja pada pertengahan tahun kedua di tengah situasi krisis viru corona atau Covid-19.

Baca: KSAD Bahas Rencana Pelatihan Bela Negara untuk Calon dan Pekerja Migran Indonesia

Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder menegaskan pentingnya menggandakan usaha jika ingin keluar dari krisis ini ke kondisi yang lebih baik.

"Keputusan yang kita ambil saat ini akan berdampak untuk tahun-tahun ke depan dan bahkan melampaui 2030. Kendati negara-negara berada pada tahapan pandemi yang berbeda dan sudah banyak yang dilakukan," ujar Guy dalam keterangannya Rabu (1/7/2020).

Dia menambahkan bahwa minggu depan ILO menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Tinggi Global secara daring mengenai Covid-19 dan dunia kerja.

"Saya berharap pemerintah, pekerja dan pengusaha akan mempergunakan kesempatan ini untuk memaparkan dan mendengar ide-ide inovatif," harapnya.

ILO memonitor terdapat penurunan 14 persen dari jam kerja global selama kuartal kedua tahun 2020, yang setara dengan hilangnya 400 juta pekerjaan penuh waktu (berdasarkan 48 jam kerja seminggu).

Ini merupakan peningkatan tajam dari perkiraan yang sebelumnya yaitu penurunan sebesar 10,7 persen (305 juta pekerjaan).

Secara regional, hilangnya jam kerja untuk kuartal kedua antara lain Amerika (18,3 persen), Eropa dan Asia Tengah (13,9 persen), Asia dan Pasifik (13,5 persen), Negara-negara Arab (13,2 persen), dan Afrika (12,1 persen).

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas