Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Edhy Siap Fasilitasi Kelompok Nelayan Pembudidaya Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, menegaskan siap memfasilitasi kelompok nelayan pembudidaya lobster.

Menteri Edhy Siap Fasilitasi Kelompok Nelayan Pembudidaya Lobster
Ist
Model keramba jaring tancap atau keramba dasar menjadi alternatif budidaya lobster di daerah perairan dengan ombak besar seperti di Pantai Utara Jawa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, menegaskan siap memfasilitasi kelompok nelayan pembudidaya lobster.

“Nanti kita siap memberikan dukungan alat selam. Tinggal ajukan saja. Ditjen PRL maupun Budidaya bisa membantu. Nanti pembinaannya akan kita bantu," jelas Menteri Edhy dalam keterangan, Sabtu (11/7/2020).

Lanjut Edhy, termasuk bila kelompok nelayan pembudidaya lobster ini membutuhkan bantuan modal.

Menteri Edhy mengatakan, KKP bisa memberikan pinjaman lunak dengan bunga rendah melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Baca: Susi Pudjiastuti Diminta Tak Urusi Masalah Lobster, Said Didu: Rakyat Ga Boleh Berpendapat?

"Nanti kalau sudah berhasil ada bantuan modal. Apalagi dari segi teknis budidaya lobster bapak sudah sangat memahami," ujarnya.

Kelompok Nelayan Pesona Bahari, kawasan wisata Grand Watu Dodol, Banyuwangi binaan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi tengah mengerjakan proyek percontohan.

Mereka menggunakan model keramba jaring tancap atau keramba dasar menjadi alternatif budidaya lobster di daerah perairan dengan ombak besar seperti di Pantai Utara Jawa.

Ketua Kelompok Nelayan Pesona Bahari, Abdul Aziz mengatakan keputusan menggunakan keramba dasar lantaran di wilayah perairan tempatnya berbudidaya memiliki ombak besar dan arus laut yang cukup deras.

"Alasannya ada empat. Satu ombak, dua arus, sampah saat musim hujan, dan pencurian," kata Aziz.

Dia menjelaskan, arus air laut yang cukup deras dan besarnya ombak menjadi alasan utama kelompoknya tidak menggunakan keramba jaring apung sebgai sarana budidaya lobster.

Menurut dia, keramba jaring apung tidak akan efektif dalam hal pemberian pakan di perairan berarus deras.

Alasan lain kelompoknya menggunakan keramba dasar, kata Aziz, adalah sampah-sampah yang terbawa arus serperti ranting dan kayu berpotensi merusak jaring. "Bahaya lainnya adalah pencurian," ujarnya.

Hanya saja, Aziz mengatakan, dengan menggunakan keramba dasar kelompoknya terkendala dalam hal pemberian pakan ke keramba yang berada di dasar perairan sedalam 10 meter.

"Kami harus menyelam untuk memberikan pakan dengan keterbatasan peralatan," jelas Aziz. Kelompoknya, kata dia, menggunakan kompresor angin untuk membantu penyelaman,” pungkasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas