Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

5 Pasar Tradisional di Medan Mulai Digitalisasi

Survey tersebut menyatakan, akan ada terjadi perubahan gaya hidup setelah pandemi Covid-19 berakhir.

5 Pasar Tradisional di Medan Mulai Digitalisasi
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi pasar tradisional. 

TRIBUNNEWS.COM - Riset terbaru yang dirilis oleh GlobalWebIndex pada Mei 2020 lalu, melakukan survey terhadap 17,1 ribu responden yang tersebar di 20 negara mengenai perubahan gaya hidup akibat pandemi Covid-19.

Survey tersebut menyatakan, akan ada terjadi perubahan gaya hidup setelah pandemi Covid-19 berakhir.

GlobalWebIndex menyebutkan, sebanyak 46% responden cenderung akan lebih sering untuk melakukan belanja online,  37% menggunakan dompet digital, dan 21% memanfaatkan jasa pesan-antar makanan.

Jika melihat dari hasil survey tersebut, maka bisa dikatakan tren memanfaatkan sistem digital akan terus meningkat di masa mendatang.

Perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen sebenarnya sudah disadari oleh berbagai perusahaan, misalnya Grab.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (11/8/2020) siang, Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya mengatakan, perubahan perilaku konsumen di masa pandemi ini, menyebabkan kebutuhan akan digitalisasi di berbagai sektor semakin mendesak.

Ia mengatakan ada sektor yang menjadi sangat penting untuk segera dilakukan digitalisasi, contohnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebab sektor tersebut memiliki peran yang begitu penting terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, Grab menyatakan memberikan komitmennya agar UMKM di Indonesia dapat terdigitalisasi.

Richard menjelaskan, salah satu bentuk komitmen Grab adalah dengan mengadakan program #TerusUsaha. Dimana program tersebut dapat membantu UMKM untuk masuk ke dalam sistem digital.

Dalam program tersebut, para pelaku UMKM akan mendapatkan banyak kemudahaan untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

Menurut Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, dalam keterangan terpisah, mengatakan program tersebut membuka kesempatan bagi UMKM yang ingin masuk ke dalam ekosistem Grab. Bahkan, pihaknya juga membantu pelaku UMKM untuk memasakan produknya di seluruh platform digital termasuk di aplikasi Grab.

Lebih lanjut, untuk mendigitalisasikan pelaku UMKM, Richard Aditya juga mengatakan, menggandeng berbagai pihak, seperti PD Pasar Jaya.

Ia mencontohkan, kolaborasi dengan PD Pasar Jaya terjadi di 5 pasar tradisional di Medan. Dalam kolaborasi tersebut, para pembeli bisa memesan seluruh kebutuhan harian dari ratusan pedagang tradisional melalui layanan GrabMart di aplikasi Grab.

Pihak Grab juga mengatakan, semenjak ter-digitalisasi oleh GrabMart, rata-rata transaksi pedagang pasar mengalami peningkatan hingga 245% dalam satu bulan.

“Dengan adanya perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen di masa pandemi, digitalisasi menjadi sangat mendesak. Program #TerusUsaha yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood kami harapkan dapat memberikan solusi konkret dan juga membawa semangat baru bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan menyongsong era tatanan kehidupan baru ini,” tutup Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya.

Penulis: Dea Duta Aulia
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas