Tribun Bisnis

Premium dan Pertalite akan Dihapus

Pimpinan Komisi VII Sepakat Premium-Pertalite Dihapus, Apa Alasannya?

Eddy mengungkap mengontrol kualitas lingkungan yakni polusi udara merupakan bentuk tanggung jawab semua pihak,

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Pimpinan Komisi VII Sepakat Premium-Pertalite Dihapus, Apa Alasannya?
SERAMBI INDONESIA/HENDRI
PETUGAS SPBU GUNAKAN PELINDUNG WAJAH - Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah pada saat bertugas di salah SPBU di Banda Aceh, Selasa (25/8/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. (SERAMBI/HENDRI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengaku sepakat dengan rencana Pertamina menghapus BBM dengan oktan (RON) rendah dibawah 91 yakni jenis Premium dan Pertalite yang dinilai tidak ramah lingkungan.

"Pada prinsipnya kami sepakat untuk penghapusan secara bertahap Premium dan Pertalite dari pasaran. Karena memang kalau dilihat di seluruh dunia yang menggunakan BBM yang kadarnya dibawah RON 91 itu tidak banyak. Indonesia termasuk diantaranya, ada Mongolia, ada Uzbekistan, ada Bangladesh," ujar Eddy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (2/9/2020).

Baca: Politikus PKB : Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite Akan Tambah Beban Ekonomi Rakyat

Baca: Legislator PAN Tak Setuju dengan Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite

Apa alasan Eddy sepakat untuk menghapus kedua jenis BBM tersebut?

Eddy mengungkap mengontrol kualitas lingkungan yakni polusi udara merupakan bentuk tanggung jawab semua pihak, khususnya para pengguna kendaraan bermotor.

Menurutnya semua pihak berhak pula untuk menghirup udara yang lebih bersih dengan menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

"Kami merasa mengontrol kualitas lingkungan hidup khususnya penanganan polusi udara itu bentuk tanggung jawab kita semua, terutama para pengguna kendaraan bermotor kepada saudara-saudara kita yang berhak untuk menghirup udara yang lebih bersih," kata dia.

Oleh karenanya, politikus PAN tersebut meminta Pertamina memberlakukan masa transisi dan sosialisasi yang memadai terkait peralihan Premium dan Pertalite ke BBM yang lebih ramah lingkungan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Jadi tanpa ada riak dan gejolak yang tinggi. Kami yakin masyarakat Indonesia pun peduli pada kualitas lingkungan hidup, sehingga berani membayar BBM dengan harga yang di atas Premium dan Pertalite sepanjang dikomunikasikan dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tengah meninjau kembali penggunaan BBM beroktan rendah di bawah 91, yaitu Premium dan Pertalite.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas