Tribun Bisnis

Dirut AP II: Jangan Gara-gara Pandemi Keunggulan Industri Penerbangan Terdistorsi

AP II selaku operator bandara senantiasa mendukung langkah-langkah memitigasi penyebaran wabah corona

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Dirut AP II: Jangan Gara-gara Pandemi Keunggulan Industri Penerbangan Terdistorsi
Tribunnews/Fitri Wulandari
Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin saat ditemui Tribunnews di Gedung Dewi Sartika, Kompleks UNJ, Jakarta Timur, Sabtu (1/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menegaskan industri penerbangan adalah sektor yang paling mapan di Indonesia.

Kemapanan itu tercermin dari catatan 1.200 take-off dan landing di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Belum lagi, extra flight saat hari libur maupun natal dan tahun baru.

Menurutnya, jumlah kapasitas angkutan udara Indonesia luar biasa baik dalam pengangkutan penumpang hingga kargo.

"Di AP II pada 2018 itu trafik pergerakan penumpang hampir 112 juta pada saat itu, dan kemudian pergerakan pesawatnya hampir 1 juta dalam satu tahun. Kargonya menurut saya bisa mengangkut dalam jumlah yang sangat besar," Awaluddin saat webinar di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Baca: Berlaku Oktober 2020, Ini Jadwal Penerbangan Garuda Indonesia Rute Jakarta-Bali PP

"Jadi jangan gara-gara pandemi keunggulan industri penerbangan jadi terdistorsi," bebernya.

Awaluddin menekankan dalam kondisi pandemi Covid-19, AP II selaku operator bandara senantiasa mendukung langkah-langkah memitigasi penyebaran wabah corona.

Penting untuk diketahui bahwa AP II konsisten mengedepankan dua hal yakni implementasi protokol dengan baik dan mendorong pemulihan ekonomi.

"AP II tidak berhenti melakukan inovasi di tengah demand yang sedang turun. Kami melakukan upaya cost leadership sebagai contoh di Bandara Soetta dengan menutup terminal 1 dan terminal 2. Jadi dari 8 sub terminal kita hanya operasikan 4 sub terminal," imbuhnya.

Baca: INACA: Industri Penerbangan Nasional Butuh Dukungan Perbankan

Menurunya, langkah ini sangat luar biasa dalam hal optimalisasi cost saving AP II.

"Dari sejak Januari cost leadership kita per September ini kita bisa saving Rp1,8 Triliun dari alokasi dan itu terbilang besar," kata Awaluddin.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas