Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Animo Masyarakat Miliki Perlindungan Asuransi Cenderung Naik Selama Pandemi

Hampir tiga perempat responden mengatakan bahwa Covid-19 akan semakin memburuk pada paruh kedua 2020 melebihi rata-rata di Asia sebesar 41 persen.

Animo Masyarakat Miliki Perlindungan Asuransi Cenderung Naik Selama Pandemi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas Hotel Ibis Styles Mangga Dua Jakarta memakai alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan ke petugas medis yang mengantarkan pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang akan melakukan isolasi mandiri, Rabu (30/9/2020). Dalam menjalankan tugasnya, petugas hotel selalu memakai APD lengkap dan melayani kebutuhan pasien OTG termasuk menerima dan mengantarkan barang kiriman ke kamar pasien. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Manulife Asia Care, bulan Mei 2020 menemukan fakta baru seputar Covid-19. Mayoritas responden Indonesia yang ditanyai dalam riset ini menyatakan kekhawatiran mereka terhadap Covid-19.

Hampir tiga perempat (74%) responden mengatakan bahwa Covid-19 akan semakin memburuk pada paruh kedua tahun 2020, melebihi rata-rata di Asia sebesar 41%.

Bahkan, sebanyak 72% dari responden mengatakan bahwa mereka berencana membeli tambahan asuransi dan 29% responden Indonesia lainnya menginginkan manfaat rawat inap yang lebih baik.

Richard Feryanto, Chief of Bancassurance Manulife Indonesia mengatakan fakta survei ini menunjukkan masyarakat menjadi lebih sadar akan kebutuhan asuransi kesehatan mereka di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Produk Asuransi Ini Diklaim Tahan Banting di Tengah Pandemi

"Masyarakat lebih sadar dari sebelumnya, perlindungan kesehatan dan finansial sangat diperlukan," kata Richard Feryanto dalam keterangan pers, Senin (26/10/2020).

Survei Manulife Asia Care kepada 2,400 nasabah asuransi di 8 market Asia dan dilakukan Mei 2020 lalu , meliputi Cina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam.

Baca juga: Pandemi Dorong Perusahaan Asuransi Jiwa Berinovasi

"Minat masyarakat untuk memiliki perlindungan asuransi di masa pandemi ini meningkat sehingga kami menghadirkan PPMe adalah produk asuransi kesehatan yang menyediakan proteksi maksimal dengan premi terjangkau mulai dari Rp 90,000 per bulan," katanya.

Produk ini menawarkan manfaat perlindungan kesehatan dari santunan tunai harian rumah sakit hingga Rp 1,5 juta dan manfaat harian ICU hingga Rp 3 juta.

Selain itu, pemeggang polis dapat melakukan penggabungan manfaat dengan produk asuransi lain.

Pemegang polis juga mendapatkan manfaat no claim bonus sebesar 105% dari total premi yang telah dibayarkan oleh pemegang polis selama 5 tahun dan apabila pemegang polis tidak melakukan klaim dalam 5 tahun berturut-turut sejak tanggal penerbitan polis.

Paulus Budihardja, Bancassurance Head, Bank Danamon, mengatakan, melalui produk ini kami harap dapat memberikan perlindungan bagi nasabah dari risiko kesehatan dan mengurangi rasa kecemasan.

"Selain itu, asuransi ini juga dapat melindungi dari risiko finansial dalam membiayaiperawatan kesehatan di Indonesia, sehingga nasabah dapat tetap fokus dan pegang kendali untuk meraih tujuan finansial mereka," kata Paulus.

Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas