Tribun Bisnis

Keuangan Aman

Suku Bunga Menurun, Ini Alternatif Produk Investasi yang Bisa Dilirik

Bayang-bayang resesi kerap membuat masyarakat lebih menghemat dan memilih untuk mengalokasikan dana ke investasi.

BizzInsight
Suku Bunga Menurun, Ini Alternatif Produk Investasi yang Bisa Dilirik
Shutterstock
Ilustrasi investasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah kondisi perekonomian yang masih bergerak untuk pulih, bayang-bayang resesi kerap membuat masyarakat lebih menghemat dan memilih untuk mengalokasikan dana ke investasi.

Guna memulihkan perekonomian negara, pemerintah kembali mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga acuan untuk ke-5 kalinya. Bank Indonesia (BI) pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen dari sebelumnya 4 persen.

Tentu hal ini akan berdampak pada bunga yang Anda terima sebagai nasabah, karena dana yang Anda miliki di bank tidak akan mengalami penambahan nilai. Belum lagi dengan potongan biaya administrasi bulanan yang justru bisa saja membuat tabungan malah berkurang jumlahnya.

Saatnya cerdas memilih produk investasi di tengah suku bunga yang menurun ini. Selain bisa tetap ‘cuan’, pilihlah investasi yang rendah risiko. Sebagai referensi, investasi di pasar modal bisa menjadi alternatif untuk Anda lirik.

Surat Utang Negara (SUN)

danamon-081220-1
Obligasi negara ritel (ORI).

Untuk jangka panjang, Surat utang negara (SUN) atau yang biasa dikenal sebagai obligasi, menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup menarik di tengah rendahnya angka suku bunga. Pasalnya, obligasi memiliki potensi imbal hasil (return) tetap tetapi tingkat risiko yang relatif rendah dan aman karena dijamin oleh negara.

Terdapat beberapa jenis surat utang negara diantaranya yaitu Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Obligasi Fixed Rate (FR) atau lainnya. Jangka waktu Obligasi tergantung pada masing-masing seri Obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 

Untuk berinvestasi dengan SUN, Anda bisa membelinya melalui agen penjual obligasi seperti sekuritas, fintech, atau perbankan.

Emas

Emas memang selalu menjadi solusi terbaik bagi Anda yang ingin berinvestasi di tengah pandemi. Tidak hanya perhiasan, investasi juga bisa dalam bentuk emas batangan. Hal ini dikarenakan risiko investasi emas yang terbilang sangat kecil, tapi juga memiliki keuntungan yang lumayan besar. 

Caranya juga tidak sulit, cukup menerapkan sistem jual-beli. Beli saat memiliki cukup uang, lalu jual saat tengah dibutuhkan atau saat harganya naik.

Reksadana

Reksadana juga menjadi alternatif investasi yang bisa Anda pilih daripada hanya menyimpan dana di rekening tabungan biasa. Produk investasi yang satu ini pun sangat cocok bagi pemula dan generasi milenial karena cukup mudah diakses melalui sistem daring

Reksadana merupakan sebuah wadah yang berisi himpunan dana dari sekumpulan investor, dimana pengelolaan dananya dapat ditempatkan dalam bentuk portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda dan dikelola oleh Manajer Investasi yang independen dan profesional.

Untuk jenis-jenisnya, instrumen investasi reksadana dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan juga reksadana campuran.

Hal yang cukup tricky dalam berinvestasi dengan reksadana adalah saat menentukan Manajer Investasi yang kompeten, sehingga tidak terjebak dengan investasi ‘bodong’ yang mengakibatkan Anda bukannya ‘untung’ malah ‘buntung’.

Maka dari itu, perlu untuk berhati-hati dan pastikan Anda membeli produk investasi melalui agen penjual atau perbankan yang telah bekerja sama dengan sejumlah Manajer Investasi yang profesional dan berpengalaman.

“Seiring dengan tingkat suku bunga tabungan rendah, terdapat tren di masyarakat mencari produk yang dapat meningkatkan imbal hasil dana mereka. Oleh karena itu produk investasi seperti obligasi pemerintah dan reksadana cukup diminati. Obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil di atas bunga tabungan namun dengan risiko yang relatif aman karena bebas risiko gagal bayar sedangkan reksadana, terutama aset saham, cukup menarik sejalan dengan potensi perbaikan ekonomi global karena semakin tingginya tingkat keberhasilan uji coba vaksin Covid-19,” kata Lanny Hendra, Consumer Business Head Bank Danamon

Keuntungan lainnya dengan membeli produk investasi melalui bank adalah karena lembaga perbankan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memiliki syarat dan ketentuan yang mudah. Hal ini tentunya membuat Anda semakin termotivasi dan nyaman untuk berinvestasi.

Penulis: Nurina Fitri Melina/Editor: Dana Delani

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas