Tribun Bisnis

10 Institusi Diajak Riset di Sektor Transportasi Publik

Budi Karya Sumadi menyebutkan, kerjasama dengan institusi tersebut untuk mendukung pencapaian agenda prioritas di sektor transportasi.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
10 Institusi Diajak Riset di Sektor Transportasi Publik
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Terminal Pulogebang Jakarta, Kamis (7/5/2020).TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng 10 institusi, yang terdiri dari kementerian, lembaga survei, organisasi profesi dan perguruan tinggi untuk memperkuat riset di sektor transportasi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, kerjasama dengan institusi tersebut untuk mendukung pencapaian agenda prioritas di sektor transportasi.

"Tentunya kami sangat membutuhkan dukungan riset untuk merumuskan rekomendasi suatu kebijakan, untuk sektor transportasi publik," kata Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Travel Gelap Dinilai Merugikan Pebisnis Transportasi Umum Resmi

Ia menambahkan, maka dari itu kolaborasi dengan institusi sangat diperlukan karena Kemenhub tentunya tidak bisa bekerja sendiri untuk membuat transportasi publik menjadi lebih baik.

Baca juga: Tol Trans Sumatera Akan Gairahkan Bisnis Transportasi Bus AKAP

Budi Karya juga mengungkapkan, bahwa institusi yang diajak bekerja sama yakni Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Universitas Sriwijaya, Universitas Riau, Universitas Nusa Cendana, Universitas Cenderawasih, Universitas Pattimura dan Persatuan Insinyur Indonesia.

"Selain itu, saya juga telah menginstruksikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub agar melakukan kerjasama dengan sejumlah pemangku kepentingan di sektor transportasi," kata Budi Karya.

Sementara itu menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati, kerjasama dengan institusi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan penelitian.

"Hal ini dilaksanakan agar meningkatkan efektivitas dan efisiensi penelitian, sehingga penelitian yang dihasilkan dapat lebih berkualitas dan terukur outcome-nya dan menjadi dasar dalam perumusan rekomendasi kebijakan di bidang transportasi," kata Hayati.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas