Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tidak Transparan Memberikan Informasi 737 Max yang Kecelakaan, Boeing Didenda Rp 34 Triliun

Perusahaan produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) Boeing, dijatuhkan hukuman denda 2,5 miliar dolar AS atau Rp 34,75 triliun oleh Departemen Kehak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tidak Transparan Memberikan Informasi 737 Max yang Kecelakaan, Boeing Didenda Rp 34 Triliun
istimewa/air canada.com
Pesawat Boeing 737-8 Max yang digunakan Air Canada dalam penerbangan dari Arizona ke Montreal, mengalami masalah pada mesin dan harus mendarat darurat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) Boeing, dijatuhkan hukuman denda 2,5 miliar dolar AS atau Rp 34,75 triliun oleh Departemen Kehakiman AS.

Mengutip dari laman situs AFP pada Sabtu (9/1/2021), denda tersebut karena Boeing dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi kepada Administrasi Penerbangan AS terkait kecelakaan pesawat buatannya yaitu Boeing 737 Max.

Boeing 737 Max sendiri mengalami kecelakaan pada Oktober 2018 dan Maret 2019.

Kecelakaan ini melibatkan maskapai Indonesia Lion Air dan Ethiopian Airlines 302 dan memakan korban 346 orang.

Jaksa Agung AS David Burns menyebutkan, kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines mengungkapkan perilaku curang dan menipu karyawan produsen pesawat Boeing.

David mengatakan, karyawan Boeing dinilai menyembunyikan informasi material dari FAA mengenai pengoperasian pesawat 737 Max dan terlibat menutupi kebenaran yang ada.

Baca juga: Boeing Setuju Bayar Denda 2,5 Miliar Dolar AS, Hadapi Dakwaan Konspirasi Penipuan Soal 737 MAX

Kemudian David juga mengungkapkan, hukuman kepada Boeing terdiri dari denda sebesar 243,6 juta dolar AS, kompensasi kepada keluarga korban kecelakaan 500 juta dolar AS dan kompensasi kepada pelanggan maskapai 1,8 miliar AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Departemen Kehakiman AS juga menilai, Boeing menyembunyikan informasi terkait teknologi anti-stall yang merupakan faktor utama kecelakaan yang melibatkan dua maskapai ini.

Informasi terkait anti-stall tersebut, disebut disembunyikan oleh dua pilot 737 Max kepada FAA.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas